Cerita Masa SMP Part 1: Siswa Baru Yang Disayang Senior - Saifullah | My Everything

Cerita Masa SMP Part 1: Siswa Baru Yang Disayang Senior

Setelah lulus SD aku melanjutkan sekolahku ke SMP tempat abangku dulu bersekolah, yaitu SMP Negeri 2 Seranggam yang sekarang telah berubah nama menjadi SMP Negeri 1 Selakau Timur. Lokasinya sekitar 5 Km dari rumah jika menggunakan jalan pintas. Pergi ke sekolah bisa menggunakan 3 jalur alternatif. Bisa lewat desa Bentunai, desa Gelik, ataupun desa Seranggam. Aku sering kali pulang pergi lewat desa Gelik karena terbilang lebih dekat. Sementara kalau lewat desa lain seolah-olah jalannya membentuk lingkarang, jadi agak jauh.

Saat diperjalanan ingin pergi mendaftar di sekolah tersebut, bapakku berhenti di depan sebuah SD di Gelik berhubung saat itu aku diantar sama bapak. Ternyata ada teman bapak lama bapak yang memanggil. Temannya tersebut mengajar di sana. Terjadilah perbincangan singkat.

Teman Bapak: Assalamu'alaikum. Apa kabar pak?
Bapak: Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah baik. Bapak gimana kabarnya?
Teman Bapak: Alhamdulillah sehat pak. Mau kemana ini pak?
Bapak: Ini mau daftarin anak sekolah ke seranggam.
Teman Bapak: Mau masuk SD ya pak?
Bapak: Eh, mau masuk SMP ini pak. Haha..
Teman Bapak: Waduh, saya kira baru mau masuk SD pak. hehe..(Kebetulan tubuhku memang terbilang kecil dari anak yang lain). Nim nya berapa pak? (lanjut beliau)
Bapak: 35,sekian (aku lupa koma berapa nim ku dulu hehe)
Teman Bapak: Wah, ternyata kecil-kecil cabe rawit ini hehe..
Bapak: Iya pak, dia selalu dapat juara di sekolahnya pak. hehe.. O,ya udah dulu ya pak, mau lanjut perjalanan dulu. Assalamu'alaikum.
Teman Bapak: Oh, iya pak. Hati-hati dijalan pak. Wa'alaikumsalam.


Setelah datang ke sekolah aku dan bapakku mulai mempersiapkan berkas pendaftaranku, ternyata sudah banyak yang mendaftar. Aku sedikit khawatir akan diterima di sana. Eh selang seminggu saat pengumuman daftar siswa yang diterima aku datang lagi bersama bapak. Kami nama satu persatu tidak ketemu dan aku mulai pesimis. Saat itu aku baca yang di atas hanya sekilas, karena rasanya tidak mungkin namaku diatas. Tapi dibaca dibagian bawah tidak ada. Lalu aku mulai pencarian lewat Nim karena namanya diurutkan dari nim tertinggi ke nim yang terendah. Akhirnya aku menemukan namaku tepat di nomor 2 paling atas. Bapak ku ketawa bahagia dan sedikit tidak menyangka, mungkin bapak mengira namaku juga ada dibawah karena banyak sekali siswa yang mendaftar. Bahkan ada siswa yang tidak diterima. Aku hanya bisa bersyukur dalam hati karena sainganku cuma 1 orang kalau untuk berprestasi :v

Singkat cerita, akupun mulai beraktivitas sebagai siswa baru di sana. Mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) dan banyak lagi yang lainnya. Namun yang anehnya, saat MOS bukannya aku akrab dengan teman seangkatan duluan malah akrab dengan 2 Senior Cantik (kak E dan L). Haha.. Mereka berdua hampir setiap hari pergi kekelasku sambil ngajak ngobrol dan jalan keliling sekolah, kadang diajak ke kantin bersama. Kebetulan kelasku dekat dengan kelas mereka, karena aku masuk kelas A, yaitu kelas orang-orang yang NIM nya tertinggi. Jadi posisi kelas berdekatan dengan kelas senior. Awal ketemu aku, mereka bilang aku imut dan lucu haha :v Aku sih senang-senang aja dibilang begituan. Lagipula kakaknya cantik :v Bahkan aku pernah diajak main ke kelasnya, diperkenalkan ke temannya yang lain. Pas masuk kelas, senior yang cewek sih pada deketin dan kenalan sama aku. Tapi gak tau kenapa senior yang cowok kayak ada yang iri dan mencoba menggangguku. Jadi senior cewek yang melarang mereka dan aku diajak keluar lagi.

Kedua kakak itu baik sekali. Ketika kami baru dapat dasi sekolah, aku kebingungan memakai dasinya. Dasi SMP kan berbeda dengan dasi SD yang hanya pakai karet. Dasi SMP sudah seperti dasi kerja. Jadi kedua kakak itu yang mengajarkanku cara menggunakannya, malah kadang mereka yang memasangkan langsung ke leherku. Kayak suami istri gitu. Romantis ya.. hehe

Bersambung...
Baca cerita kelanjutannya di sini Masa SMP Part 2.

Kolom Komentar

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah