Apa Yang Terjadi Jika Kita Membeli Follower? - Saifullah

Apa Yang Terjadi Jika Kita Membeli Follower?

Jual beli follower sudah sangat marak saat ini. Harga yang ditawarkan juga sangat beragam. Tidak hanya kalangan rakyat biasa, bahkan artis dan pejabat juga melakukannya.

Mengapa orang membeli follower?
Banyak orang membeli follower karena bertujuan untuk meningkatkan branding, kredibilitas, popularitas, dan mendongkrak pemasaran.

Membeli follower merupakan jalan pintas untuk mendapatkan itu semua. Seperti yang kita tahu, untuk mendapatkan follower secara alami tidaklah mudah apalagi kita tidak punya kemampuan fotografi dan tidak memiliki wajah di atas rata-rata.

Membeli follower merupakan cara tercepat untuk meningkatkan branding dan kemampuan pemasaran bagi online shop. Tidak bisa dipungkiri, untuk memperbesar pelanggan sebuah toko online, kita perlu memasang iklan dan banyak melakukan promosi. Sudah menjadi rahasia umum, banyak diantara kita yang tidak suka memfollow akun online shop karena isinya seringkali hanya seolah-olah mengganggu apalagi kita tidak punya niat untuk membeli barang yang dijual. Bisa karena memang tidak butuh atau malah takut ditipu.

Sebagai manusia biasa-biasa saja (bukan artis/pejabat), membeli follower adalah shortcut menuju popularitas. Berapa banyak orang yang segan dan kagum ketika melihat temannya memiliki banyak follower layaknya seorang public figure (tokoh publik).

Sedangkan bagi artis dan pejabat, membeli follower adalah cara memberikan nilai tambah bahwa mereka dicintai banyak fans (penggemar).

Jadi, dapat disimpulkan sementara, dengan membeli follower kita akan mendapatkan itu semua tanpa pikir panjang.

Bagaimana cara kerja jual beli follower?
Saat kita membeli follower, maka pengguna instagram yang ada dalam database penyedia layanan jasa follower akan memfollow akun kita secara paksa.

Apakah ini legal?
Tentu saja ini legal. Sebab orang yang ada di dalam database harusnya sudah mengetahui konsekuensi saat mereka masuk ke layanan tambah follower secara gratis. Hanya saja sebagian orang tidak sadar bahwa akun mereka akan digunakan untuk follow orang lain akibat tidak membaca syarat dan ketentuan pada layanan tersebut. Masih belum paham?

Penjelasan detailnya begini. Kalian tahu kan ada website penambah follower gratis? Di website semacam itu biasanya menawarkan follower gratis hanya dengan login ke dalamnya. Setelah login, follower kalian akan nambah. Tapi perlu kalian ketahui, setelah itu akun kalian akan masuk ke dalam database penyedia layanan jasa penambah follower. Jadi ketika kalian sudah login ke website tadi, tidak menutup kemungkinan, akun instagram kalian akan memfollow orang dengan sendirinya sehingga orang yang kalian ikuti bertambah banyak. Alih-alih dapat follower, yang ada kalian malah memfollow orang lain.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan website seperti ini, yang salah adalah netizen yang tidak membaca kententuan yang berlaku. Main asal login saja karena iming-iming nambah follower gratis. Ujung-ujungnya mereka akan buat akun baru karena beranggapan akun mereka di hack atau kena virus yang menyebabkan tidak bisa login dan following nambah sendiri.

Di sinilah keuntungan penyedia layanan jasa follower. Mereka menjaring banyak akun tanpa harus membuat akun sendiri. Akun yang sudah terjaring bisa ditambahkan kepada orang yang membeli follower.

Lalu mengapa saat beli follower bisa turun sendiri follower yang sudah di dapat?
Penurunan follower terjadi karena orang yang merasa tidak memfollow orang lain itu melakukan unfollow. Jadi bisa dibilang pengguna yang memakai jasa follower gratis tadi masih menggunakan akunnya dan sadar instagramnya menambah follower sendiri. Bisa juga kemungkinan kedua, yaitu akun yang sudah digunakan untuk login ke penyedia follower gratis tadi sudah tidak digunakan lagi (dia membuat akun baru), jadi akun tersebut masuk kategori pasif. Sehingga pihak instagram akan merazianya dan menghapusnya dari instagram.

Jika membeli follower, tapi pada akhirnya followernya turun percuma dong?
Tentu saja tidak, karena konsep utama dari beli follower adalah ELIMINASI dan PROMOSI. Ibarat kata akun kita adalah rumah kos, lalu kita paksa orang datang untuk melihat-lihat rumah kita. Tentu saja ada yang tertarik dan ada yang tidak. Bagi yang tidak tertarik akan meninggalkan. Bagi yang tertarik akan terus menetap.

Bagi mereka yang meninggalkan (unfollow) akun kita. Secara tidak langsung kita sudah menciptakan branding alam bawah sadar untuknya. Ketika suatu hari nanti mereka melihat atau secara tidak sengaja menemukan postingan akun kita. Mereka akan menganggap brand atau diri kita sudah familiar/terkenal.

Cara ini sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar agar konsumen mengenali suatu merek. Itulah sebabnya mengapa perusahaan rela membayar mahal untuk iklan. Sebab secara teori hal yang sering kita lihat akan tertanam dalam ingatan dan besar kemungkinan akan menyuruh alam bawah sadar untuk mengikutinya/membelinya.

Selain itu, instagram mirip dengan google yang mempunyai alogaritma. Semakin banyak interaksi dalam sebuah akun, maka akan sering pula akun tersebut disorot ke ruang publik. Jadi kalau akun kita banyak dikunjungi, banyak yang like, banyak yang komen, kemungkinan besar akan sering muncul dipencarian instagram atau beranda orang lain.

Jadi jangan heran banyak orang yang berlomba-lomba membeli follower meskipun sudah tahu resikonya pasti ada yang unfollow.

Tips agar akun instagram aman:
1. Masukkan nomor HP
2. Isi dengan email aktif
3. Hubungkan dengan Facebook
Jika kita mengalami masalah login di kemudian hari, kita bisa meminta reset password yang dikirimkan ke salah satu dari tiga hal di atas.
Ayo Donasi
Jika artikel ini bermanfaat, berikan donasi Anda melalui atau • Donasi tersebut akan digunakan untuk memperpanjang domain www.saifullah.id

Kolom Komentar

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah