Cerita Masa SMP Part 2: Dikejar Lari, Ditolak Mendekat - Saifullah | My Everything

Cerita Masa SMP Part 2: Dikejar Lari, Ditolak Mendekat

Ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya Masa SMP Part 1.
Setelah aku dekat dengan kedua kakak itu, tak lama kemudian ada geng cewek seangkatanku yang mencoba mendekatiku. Mereka memang tidak sekelas denganku, namun ketika waktu istirahat tiba, tidak jarang mereka menghampiriku dan mengajakku ngobrol. Mereka terdiri dari empat orang, tapi yang sering ku temui ada tiga orang. Inisial nama mereka R, M, A, dan satunya lagi aku lupa tapi biasa dipanggil dengan U sih.
Ilustrasi, bukan foto asli
Suatu ketika aku diajak ngobrol bersama R dan M di tempat yang agak jauh dari teman yang lain. Banyak hal yang kami bicarakan, namun tiba-tiba R bertanya kepadaku tentang apakah aku sudah punya pacar atau belum. Aku jawab belum, karena pada saat itu aku memang belum punya pacar dan tidak kepikiran soal itu. Lagipula aku masih siswa baru di sana. Lalu dia melanjutkan pertanyaannya tentang kriteria cewek yang aku suka. Ya aku jawab saja sejujurnya. Aku bilang, aku orangnya tidak neko-neko. Aku suka sama cewek yang baik, yang mau terima kekuranganku, bisa mengerti satu sama lainlah. Kalau masalah cantik itu urusan belakangan, yang terpenting aku merasa nyaman aja di dekatnya itu udah cukup. Eh setelah aku jawab begitu dia malah senyum-senyum gimana gitu. Aku tanya kenapa, jawabnya cuma tidak apa-apa. (Jawaban yang selalu terucap di mulut cewek nih :v)

Tidak lama kemudian lonceng pun berbunyi tanda waktu istirahat habis, dan kami harus balik ke kelas masing-masing. Saat itu masuk pelajaran bahasa Inggris di kelasku. Waduh, pelajaran yang sangat aku takuti sejak SD. Tentu saja aku takut, karena di SD ku saat itu belum pernah belajar bahasa Inggris. Sampai-sampai sebelum aku lulus, aku sempat bertanya sama abangku yang kedua. Aku nanya pelajaran b.ing itu susah atau tidak kan aku belum pernah belajar itu? Abangku bilang tidak susahlah, kan nanti diajarkan dari dasar. Waktu aku dulu pindah sekolah kan disuruh milih SD atau Madrasah, sebetulnya selain karena aku ingin ikut abang, aku juga tidak tidak mau belajar bahasa Arab. Haha.. Dengar bahasa asing aku tidak mau ambil pusing :v Bayangkan saja, bahasa Arab selalu dijumpai di Al-Quran. Kalau bahasa Inggris ketemu dimana? :v

Nah, di jam pelajaran itu, ada beberapa siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru. Kebetulan SD mereka sempat mengajarkan kata-kata dasar katanya. Tapi ada satu siswa yang unik yang sering tampil menjawab pertanyaan guru hampir disetiap pelajaran yang akhirnya membuatku mulai terpesona dan kagum bukan main. Hehe...

Suatu hari satu orang dari geng cewek tadi menemuiku. Dia bertanya warna kesukaanku dan kapan tanggal lahirku. Aku sendiri jadi bingung maksudnya apa. Aku tanya untuk apa, dia malah bilang jawab saja, dia cuma ingin tahu. Hmm, ya aku penasaran dong. Jadi dengan sedikit tegas aku bilang, kalau tidak bilang aku tidak mau kasih tau. Akhirnya dia buka rahasia kalau temannya si M mau belikan aku topi. Aku terkejutlah, untuk apa? Aku sudah punya topi kn. Katanya sih cuma mau ngasih aja. Ya aku tolak, karena memang kurasa itu tidak perlu, aku tidak mau merepotkan, pada zaman itu istilah Pemberi Harapan Palsu (PHP) masih belum ada. Tapi kalau di istilahkan dengan zaman sekarang, aku takutnya PHP aja. Aku juga masih belum punya chemistry sama dia. Lalu aku lanjut bermain dengan teman yang lain.

Eh beberapa hari kemudian taraa.. cewek yang aku kagumi ngasih aku cokelat. Hah! Aku makin bingung, dia mimpi apa kok ngasih aku cokelat? Padahal kemarin si M yang mau belikan aku topi. Ini kenapa dia ngasih sesuatu? Cokelat itu diberikan ke tanganku, lalu dia mau pergi. Sebelum pergi tentunya aku hadang terlebih dahulu. Aku tidak mau terima sesuatu yang tidak jelas asal usulnya dan dalam rangka apa juga kan. Tapi dia tidak mau jelaskan. Yaudah, aku bilang kalau tidak mau cerita, aku tidak mau ambil cokelatnya. Akhirnya dia cerita, katanya cokelat itu dari si M. Dia ngasih aku cokelat karena hari ini hari Valentine, lagian kamu mau dikasih topi oleh dia tidak mau, kata cewek tadi.

Buset, aku sendiri tidak tau kalau hari itu Valentine's day. Nah, karena dia sudah ngasih tau asal usulnya, mau tidak mau aku terima karena seperti janjiku tadi. Temanku yang lainpun menyaran untuk menerimanya. Mereka bilang lumayan loh, enak itu. Haha.. otak orang rakus :v
Enak sih enak, tapi itukan bukan hanya masalah makanan, tapi masalah hati. Aku takutnya kalau aku terima nanti dia pikir aku juga suka sama dia.

Cokelat itu aku simpan di tasku, karena lumayan besar untuk dikantongin di baju dan ada hiasannya juga. Sepulang sekolah aku dan teman-teman terkadang ngumpul sebentar di jembatan sebelum berpisah, sebab rumah kami berbeda arah. Saat singgah sebentar temanku nanya,
C: "Ful cokelat tadi mana?"
A: "Ada, kenapa?"
C: "Mending kamu bagi ke aku, daripada kamu makan sendiri nanti kalau ada racun/santetnya kamu sendiri yang kena".
I: "Iya Ful bagi ke aku juga" (teman yang lain ikut menjawab".
A: "Hahaha. Ada-ada aja kalian, bilang aja mau minta, emangnya kamu mau kena santet?" (aku tertawa dengar alasannya)
C: "Maulah aku disantet sama dia, aku dari dulu ngejar-ngejar dia Ful".
(Mendengar jawabannya aku terkejut, ternyata cewek yang ngejar-ngejar aku merupakan cewek yang selalu dikejar temanku sendiri, tapi aku masih kurang percaya)
A: "Jangan bohong kamu C".
C: " Bener Ful, dari sejak masuk sekolah, aku coba dekatin dia, tapi dia selalu menjauh dan malah deketin kamu".
A: "Masa' sih".
I: "Dia tidak bohong Ful, aku buktinya. Dia selalu cerita ke aku" (Jawab temanku satunya)
(Aku makin bingung dibuatnya, cewek yang jadi target temanku malah suka denganku, sementara aku suka dengan cewek lain)
A: "Yaudah, coklatnya kita bagi"
C & I: "Asyik, makan cokelat dari cewek" (Mereka kegirangan :v)
(Aku masih sanksi dengan jawaban mereka dan mau mencari tahu kebenarannya sendiri nanti)

Setelah cokelatnya habis, kami berpencar melanjutkan perjalanan pulang. Sampai ketemu besok ya.
Bersambung...
SHARE:

Jangan lupa berkomentar ya

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah
Back To Top