#1 Pacaran Itu Boleh, Asalkan Wajar - Saifullah | My Everything

#1 Pacaran Itu Boleh, Asalkan Wajar

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Atas Nama Cinta. Seperti yang telah saya bahas pada artikel yang lalu, ada banyak sekali pembelaan terhadap yang namanya pacaran. Nah, kali ini saya akan memaparkan pembelaan bagian pertama, yaitu "Pacaran itu boleh-boleh aja kok, asalkan wajar".

Lantas yang menjadi pertanyaan batasan wajar itu gimana? Setiap orang pasti punya definisi masing-masing. Ada yang beranggapan pegangan tangan pas pacaran itu wajar. Ada juga yang berpendapat kalau ciuman waktu pacaran termasuk wajar. Yang lain mengatakan pelukan sama pacar masih wajar. Bahkan ada yang mengatakan tidur sama pacar itu wajar-wajar aja asal gak "begituan". Dan mungkin ada yang lebih jauh dari itu tapi dianggap wajar-wajar saja karena sudah menjadi kebiasaan.

Oleh sebab itu tidak ada yang bisa mendefinisikan secara pasti arti "wajar" dalam pacaran. Seringkali mereka mengukur kewajaran itu berdasarkan apa yang banyak dilakukan orang lain di lingkungannya. Jika dia berada dilingkungan yang sering melakukan ciuman, maka ciuman menjadi hal yang wajar. Begitu pula dengan hal yang lainnya. Sehingga "Pacaran boleh asal wajar" bisa ditafsirkan apa aja boleh dilakukan oleh mereka asalkan sama-sama mau.

Lalu bagaimanakah definisi wajar dalam Islam? Islam merupakan agama yang mengatur setiap langkah kehidupan manusia sampai kepada hubungan antara 2 orang yang saling mencintai.

Terhadap interaksi antara 2 orang yang belum menikah (bukan mahram). Ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan di dalam Islam, diantaranya:

1. Berkumpul Antara Pria dan Wanita
Dalam Islam hal ini disebut dengan istilah "Ikhtilath" (bercambur baurnya laki-laki dan perempuan/berdesak desakan/berjalan bersama). Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan naluri ketertarikan antara laki-laki dan perempuan. Apabila terjadi percampuran diantara keduanya maka akan menimbulkan hawa nafsu dan tujuan buruk yang menjadikan manusia mudah untuk diperintah oleh setan.

Makanya dalam istilah hubungan antara laki-laki dan perempuan ada yang dinamakan dengan "cinta karena selalu bersama". Rata-rata orang zaman dulu percaya akan hal ini, makanya ada orang yang nikah bukan karena cinta, tapi dijodohkan. Seperti pada zamannya Siti Nurbaya. Walaupun demikian seiring kebersamaan yang terjalin cinta itupun akan muncul dengan sendirinya.

Kalau dalam ranah anak muda biasa ada istilah "Sahabat jadi pacar". Awalnya sahabatan, tapi karena apa-apa sering dilakukan bersama, akhirnya menjadi cinta. Banyak sekali saya menemukan kasus, kalau udah cowok sama cewek sahabatan, pasti salah satu dari mereka jatuh cinta. Ada juga yang bahkan sama-sama jatuh cinta, cuma mereka tidak berani mengungkapkan karena takut persahabatannya hancur. Intinya, begitulah fitrah manusia.


2. Berduaan
Berduaan disuatu tempat tanpa adanya orang lain yang bisa mendengarkan, baik itu di tempat nyata maupun hanya sekedar di media sosial seperti di aplikasi chat, dilarang dalam Islam. Hal ini tercantum dalam hadits dan Al-Qur'an:
“Janganlah seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya…”(HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341)
“Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya“ (HSR.Tirmidzi)
 “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra: 32)
Sebetulnya masih banyak lagi dalil yang melarang hal tersebut. Artinya terdapat mudarat jika kita melanggarnya, baik itu di dunia maupun di akhirat. Segala hal yang dilarang di dalam Islam sudah pasti tidak baik buat kita. Termasuk berduaan dengan lawan jenis ditempat sepi.

Mungkin kita merasa bahwa kita mampu menahan diri dan tidak mungkin melakukan hal di luar batas. Tapi itu bukanlah jaminan bahwa kita akan aman. Sebab setan akan selalu mengeluarkan bujuk rayunya agar kita terjerumus kepada zina. Memang tidak secara spontan, tapi berangsur-angsur.

Pada awalnya tidak berani memandang lama, akhirnya mulai pandang-pandangan. Yang tidak berani mendekat, jadi berani mendekat dan pegang tangan. Setelah itu ciuman, pelukan, dan seterusnya.


3. Saling Memandang
Bak pepatah mengatakan dari mata turun ke hati, seperti itulah gambaran orang jatuh cinta. Akibat saling memandang, hati jadi dipenuhi rasa suka, kagum, cinta atau bahkan nafsu. Memandang si dia sudah cukup buat hati bahagia, bahkan tidak ingin rasanya jauh darinya dan sosoknya hilang dari pandangan. Padahal Allah berfirman:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat." (Q.S an-Nuur : 30)
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya...." (Q.S an-Nuur : 31)

4. Pegangan Tangan 
Awalnya cuma berkumpul ramai-ramai, lalu janjian bertemu berdua, kemudian saling pandang-pandangan, setelah itu apalagi kalau bukan pegangan tangan (termasuk bergandengan atau bahkan pelukan). Begitulah langkah-langkah setan untuk menyesatkan manusia. Mereka tidak langsung menjerumuskan ke perzinaan yang besar. Namun membuat manusia selangkah demi selangkah mendekatinya. Kalau udah demikian otomatis manusia akan merasa apa yang mereka lakukan aman-aman saja karena sudah terseret pada rentetan tipu daya setan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani)

5. Berciuman
Pegangan tangan aja dilarang, apalagi sampai tahap ciuman, lebih dilarang lagi. Tapi beginilah realita orang yang saling jatuh cinta dan memutuskan untuk pacaran. Kebayang gak sih pacaran tanpa jalan berduaan, pandang-pandangan, dan pegangan tangan? Saya yakin 99% melakukan itu, bahkan mungkin lebih dari itu.

Orang yang LDR (Long Distance Relationship) aja mesti video call-an dan gak berhenti chat setiap hari. Bila udah ketemu malah yang lebih nafsu lagi. Setelah sekian lama menahan rindu, pasti ingin melampiaskan rasa yang menggebu-gebu detik itu juga. Ibarat kata orang yang lagi kelaparan dikasih makanan enak, apa gak langsung dilahap tuh.
"Ah gak mungkin"
Iya, dulunya saya sempat berpikiran begitu. Gak mungkinlah sampai begitu. Tapi ternyata hal yang gak mungkin menurut kita sekarang, akan jadi mungkin bila kita sudah pacaran. Semuanya seolah-olah mengalir begitu saja, meskipun hati nurani sadar itu salah. So don't do it!


Banyak orang mengira yang dilarang dalam pacaran itu hanya melakukan hubungan badan. Sehingga mereka berkesimpulan kalau tidak melakukan hubungan badan masih wajar. Teman saya juga ada yang bilang begitu. Katanya,"Yang penting kita gak sampai berzina (berhubungan layaknya suami istri)". Sedangkan dalam Islam tidak demikian. Menurut ajaran Islam, zina itu bukan hanya berhubungan badan. Berhubungan badan itu adalah puncak dari zina. Artinya ada hal lain yang disebut juga sebagai zina. Misalnya zina mata, zina ucapan, zina tangan, zina hati, sampai ke zina terbesar yang berada pada kemaluan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya yang tak mustahil & pasti akan dijalaninya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berbicara, zina kedua tangan adalah menyentuh, zina kedua kaki adalah melangkah, & zina hati adalah berkeinginan & berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan." (HR. Muslim No.4802).
Saya rasa cukup sampai di sini dulu ya. Artikel selanjutnya saya akan membahas tentang pembelaan pacaran bagian kedua, yaitu "Pacaran Itu Adalah Masa Penjajakan".
SHARE:

Jangan lupa berkomentar ya

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah
Back To Top