Perempuan MAHAL VS Perempuan MURAHAN - Saifullah | My Everything

Perempuan MAHAL VS Perempuan MURAHAN

[Siapa bilang artis itu VA itu murahan? Dia justeru perempuan mahal karena tahu betul bahwa harga sebuah "kehormatan" itu mahal sehingga dihargai delapan puluh juta untuk sekali kencan. Coba bandingkan dengan kamu yang "dibayar" oleh suami cuma lima juta sebulan, tapi dipakai berkali-kali. Masih juga ditambah dengan tugas lain seperti memasak, mencuci pakaian, mengurus anak dll. Sekali-kalinya waktu nikah minta mahar dengan jumlah besar dan harga mahal malah jadi bahan omongan. Bahkan diceramahi katanya sebaik-baiknya perempuan adalah yang paling ringan maharnya] 

Belakangan ini di beranda facebook saya berseliweran postingan-postingan dengan nada kurang lebih seperti itu. 

Entah apakah postingan seperti itu serius atau hanya sekedar bercanda. Apakah satire atau bukan, yang jelas kalau kita tidak hati-hati mencernanya, bahaya sekali. Bisa jadi menyesatkan. 

Bayangkan jika ada perempuan yang menelan mentah-mentah postingan tersebut tanpa mengkaji lebih dalam lagi, bisa jadi ia mendadak berubah menjadi perempuan materialis yang menilai segala sesuatu dengan uang. Dia menganggap dengan menikah dan dinafkahi seadanya oleh suami, berarti ia termasuk perempuan murahan. Lalu menuntut suaminya untuk memberi nafkah sebesar mungkin.

Mari kita bandingkan. 

Dengan nafkah sekecil apapun, status seorang isteri itu sungguh mulia baik di mata Allah SWT maupun di mata manusia. Setiap langkahnya dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi bernilai ibadah dengan pahala yang besar. 

Tersenyum pada suami saja sudah menjadi pahala. Menyiapkan air minum untuk suami juga pahala. Mengurus rumahtangga secara umum semuanya berpahala. 

Balasan pahala memang tidak seperti dibayar kontan dengan uang, tapi sebagai bekal kita untuk di akhirat kelak dan keberkahannya akan kita rasakan sepanjang hidup kita. Surga jaminannya.

Sementara dengan menjadi perempuan pemuas syahwat laki-laki, apa yang didapat? Uang banyak, harta berlimpah memang betul, tapi apakah kemudian membuat kedudukan perempuan itu menjadi mulia sebagaimana kemuliaan sebagai seorang isteri? Tentu tidak. Yang ada malah membuatnya menjadi hina, bahkan sangat terhina.

Sepanjang hidupnya akan bergelimang dosa dan menjadi sampah masyarakat. Harta dan kemewahan yang didapatnya hanya akan menjadi kebahagiaan semu. Di dunia pun dia akan dimurkai oleh Allah SWT, belum lagi nanti dengan balasan di akhirat kelak atas dosa-dosa yang dilakukan selama hidup di dunia.

Naudzubillah mindzaliik ...

Tulisan ini saya buat bukan karena merasa diri saya paling benar, sok alim dll. Namun semata-mata mengingatkan sebagai sesama manusia bahwa hidup di dunia hanya sementara. Jangan sampai terbuai oleh tipuan dunia yang menyesatkan.

Terlebih lagi hidup di zaman sekarang dengan tantangan yang tidak mudah. Nafsu dunia merajalela, hukum agama dibuat semena-mena sesuai dengan kepentingan masing-masing. Yang halal dan haram dibuat semakin remang-remang, bahkan jadi berbanding terbalik.

Bijaklah bersosmed, jangan mudah terpengaruh dengan postingan-postingan yang menyesatkan.

Jangan mau pengabdian kita pada keluarga dinilai dengan uang. Jangan mau juga kedudukan kita sebagai seorang isteri dibandingkan dengan siapapun. Karena menjadi seorang isteri adalah tugas yang sangat mulia dan tiada ternilai harganya dibandingkan dengan apapun serta tidak tertandingi kedudukannya dibandingkan dengan siapapun.

Catatan: Membandingkan sesuatu itu (dalam hal apapun) harus seimbang/sepadan. Membandingkan PSK dengan isteri sah, jelas salah besar karena bukan sesuatu yang sepadan, tidak layak untuk diperbandingkan.

***
Oleh: Ummi Aqeela Qaireen
Kuningan yang sejuk, 7 Januari 2019

Kolom Komentar

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah