Kunci Jawaban Soal Chapter 9: The Battle Of Surabaya (Hal 123 - 124) - Saifullah

Kunci Jawaban Soal Chapter 9: The Battle Of Surabaya (Hal 123 - 124)

Kunci Jawaban Soal Chapter 9: The Battle Of Surabaya (Hal 123 - 124)
Tugas 1: Pemahaman Membaca
Seperti yang Anda tahu setiap tanggal 10 November, kita semua merayakan Hari Pahlawan. Menurut Anda mengapa Hari Pahlawan diberikan tanggal khusus untuk memperingati pengorbanan para pahlawan kita? Diskusikan dengan teman sebangku Anda dan sampai pada kesimpulan mengapa tanggal tersebut menjadi istimewa. Setelah itu, bacalah bagian itu dan periksa apakah kesimpulan Anda sama dengan alasan yang disebutkan dalam teks.
On 10 November, Indonesia celebrates Hari Pahlawan or Heroes Day in remembrance of the Battle of Surabaya which started on that very date in the year 1945. The bloody battle took place because Indonesians refused to surrender their weaponry to British army. British Army at that time was part of the Allied Forces. The defiant Bung Tomo is the well-known revolutionary leader who played a very important role in this battle.

It all started because of a misunderstanding between British troops in Jakarta and those in Surabaya, under the command of Brigadier A.W.WS. Mallaby. Brigadier Mallaby already had an agreement with Governor of East Java Mr. Surya. The agreement stated that British would not ask Indonesian troops and militia to surrender their weapons.

However, a British plane from Jakarta dropped leaflets all over Surabaya. The leaflet told Indonesians to do otherwise on 27 October 1945. This action angered the Indonesian troops and militia leaders because they felt betrayed.

On 30 October 1945, Brigadier Mallaby was killed as he was approaching the British troops’ post near Jembatan Merah or Red Bridge, Surabaya. There were many reports about the death, but it was widely believed that the Brigadier was murdered by Indonesian militia. Looking at this situation, Lieutenant General Sir Philip Christison brought in reinforcements to siege the city. 

In the early morning of 10 November 1945, British troops began to advance into Surabaya with cover from both naval and air bombardment. Although the Indonesians defended the city heroically, the city was conquered within 3 days and the whole battle lasted for 3 weeks. In total, between 6,000 and 16,000 Indonesians died while casualties on the British side were about 600 to 2000.

Battle of Surabaya caused Indonesia to lose weaponry which hampered the country’s independence struggle. However, the battle provoked Indonesian and international mass to rally for the country’s independence which made this battle especially important for Indonesian national revolution.

 Terjemahan 
Pada 10 November, Indonesia merayakan Hari Pahlawan sebagai peringatan Perang Surabaya yang dimulai pada tanggal itu juga di tahun 1945. Pertempuran berdarah terjadi karena orang Indonesia menolak menyerahkan persenjataan mereka kepada tentara Inggris. Tentara Inggris pada waktu itu adalah bagian dari Pasukan Sekutu. Bung Tomo yang menantang adalah pemimpin revolusioner terkenal yang memainkan peran yang sangat penting dalam pertempuran ini.



Semuanya berawal karena kesalahpahaman antara pasukan Inggris di Jakarta dan yang di Surabaya, di bawah komando Brigadir A.W.WS. Mallaby. Brigadir Mallaby sudah memiliki perjanjian dengan Gubernur Jawa Timur Bapak Surya. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa Inggris tidak akan meminta pasukan dan milisi (pasukan liar) Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka.



Namun, sebuah pesawat Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di seluruh Surabaya. Leaflet mengatakan kepada orang Indonesia untuk melakukan hal yang sebaliknya pada tanggal 27 Oktober 1945. Tindakan ini membuat marah pasukan Indonesia dan para pemimpin milisi karena mereka merasa dikhianati.

Pada 30 Oktober 1945, Brigadir Mallaby terbunuh ketika dia mendekati pos pasukan Inggris di dekat Jembatan Merah atau Jembatan Merah, Surabaya. Ada banyak laporan tentang kematian itu, tetapi secara luas diyakini bahwa Brigadir dibunuh oleh milisi Indonesia. Melihat situasi ini, Letnan Jenderal Sir Philip Christison membawa bala bantuan untuk mengepung kota.

Pada pagi hari tanggal 10 November 1945, pasukan Inggris mulai maju ke Surabaya dengan perlindungan dari pemboman laut dan udara. Meskipun Indonesia mempertahankan kota dengan heroik, kota itu ditaklukkan dalam waktu 3 hari dan seluruh pertempuran berlangsung selama 3 minggu. Secara total, antara 6.000 dan 16.000 orang Indonesia meninggal sementara korban di pihak Inggris sekitar 600 hingga 2000.

Pertempuran Surabaya menyebabkan Indonesia kehilangan persenjataan yang menghambat perjuangan kemerdekaan negara. Namun, pertempuran itu memprovokasi massa Indonesia dan internasional untuk menggalang kemerdekaan negara yang menjadikan pertempuran ini sangat penting bagi revolusi nasional Indonesia.


Task 2: Answer the following questions briefly based on the text above.
Tugas 2: Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat berdasarkan teks di atas.
1. What is the passage about?
The passage is about the battle of Surabaya.
1. Tentang apakah teks itu? Teks itu tentang pertempuran Surabaya.
2. When did the battle take place?
10 November 1945.
2. Kapan pertempuran itu terjadi? 10 November 1945.
3. Where did it happen?
It happened in Surabaya.
3. Di mana itu terjadi? Itu terjadi di Surabaya.
4. What caused the battle? Draw a diagram that shows chronologically the events that led to the battle.
4. Apa yang menyebabkan pertempuran? Gambarlah diagram yang menunjukkan secara kronologis peristiwa yang menyebabkan pertempuran.
5. What do think about the Indonesian military power compared to that of the British army at that time?
The British Army was more powerful and modern, and had more complete weaponry. Surabaya was attacked from the sea, land, and air.
5. Apa pendapat Anda tentang kekuatan militer Indonesia dibandingkan dengan tentara Inggris pada waktu itu? Tentara Inggris lebih kuat dan modern, dan lebih lengkap persenjataan. Surabaya diserang dari laut, darat, dan udara.
6. What made the Indonesians dare to face the British army military aggression?
The spirit to defend the country’s independence encouraged Indonesian freedom fighters to fight the aggressors.
6. Apa yang membuat orang Indonesia berani menghadapi agresi militer tentara Inggris? Semangat untuk mempertahankan kemerdekaan negara mendorong orang Indonesia pejuang kemerdekaan untuk melawan agresor.
7. Did the Indonesian lose or win the battle? Why do you think so?
Indonesia lost the battle because the number of victims or casualties in Indonesian side is bigger, and Surabaya was finally occupied by the British Army
7. Apakah orang Indonesia kalah atau memenangkan pertempuran? Mengapa menurut Anda begitu? Indonesia kalah dalam pertempuran karena jumlah korban atau korban di pihak Indonesia lebih besar, dan Surabaya akhirnya ditempati oleh Tentara Inggris.
8. How did the battle influence the national revolution at that time?
The battle provoked Indonesian and international community to rally to support the independence movement of Indonesia.
8. Bagaimana pertempuran mempengaruhi revolusi nasional pada waktu itu? Pertempuran itu memicu komunitas Indonesia dan internasional untuk bergabung mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia.
9. Who was the prominent figure in the battle? What did he do?
Bung Tomo invigorated the freedom fighters to bravely fight the British Army
9. Siapa tokoh terkemuka dalam pertempuran? Apa yang dia lakukan?Bung Tomo menyegarkan pejuang kebebasan untuk berani melawan Tentara Inggris
10.Indonesia had gone through many battles. Why do you think the date of the Battle of Surabaya is used as a momentum to commemorate our hero’s contribution?
The Battle of Surabaya was fierce and bloody. The freedom fighters and people fought hand in hand till death heroically and many died in the battle. To commemorate their sacrifice, the day when the battle took place was commemorated as the Heroes Day
10. Indonesia telah melalui banyak pertempuran. Menurut Anda mengapa tanggal Pertempuran Surabaya digunakan sebagai momentum untuk memperingati kontribusi pahlawan kita? Pertempuran Surabaya sengit dan berdarah. Para pejuang kemerdekaan dan orang-orang berjuang bergandengan tangan sampai mati secara heroik dan banyak yang mati dalam pertempuran itu. Untuk memperingati pengorbanan mereka, hari di mana pertempuran itu berlangsung diperingati sebagai Hari Pahlawan
11.Describe in one word the Indonesians who defended their city at that time.
Heroic, or courageous, or fearless, patriotic, brave, etc
11. Jelaskan dalam satu kata orang Indonesia yang mempertahankan kota mereka pada waktu itu. Heroik, atau berani, atau tak kenal takut, patriotik, berani, dll
12.Do you think that the information in the text is clear?
Apakah menurut Anda informasi dalam teks ini jelas?
13.Have you read other texts that tell about similar events? What are they?
Pernahkah Anda membaca teks lain yang menceritakan tentang peristiwa serupa? Apakah mereka?

Kolom Komentar

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah
Back To Top
Auto Scroll Stop Scroll