Mengapa Masjid Sepi Dari Anak Muda! Diusir Dari Masjid?

Saya sering melihat dan mendengar orang berkata bahwa anak muda jarang ada di masjid, masjid lebih sering didatangi oleh sebagian besar kalangan orang tua. Mengapa ini terjadi?

Banyak spekulasi bermunculan dari benak saya, beberapa diantaranya:
  1. Mungkin orang tua lebih mengingat kematian dibanding anak muda
  2. Mungkin masjid bukan tempat yang menyenangkan bagi kalangan muda
  3. Mungkin anak muda sekarang sudah lupa waktu beribadah karena sibuk dengan kegiatannya
Rasa penasaran saya akhirnya mulai terjawab ketika saya pulang dari kerja. Waktu itu kebetulan saya mengajar hanya jam pagi saja. Saya merupakan guru muda dari salah satu sekolah di kota Pontianak. 

Sepulang mengajar saya menyempatkan diri untuk sholat dhuha di masjid yang tidak jauh dari sekolah. Setelah selesai sholat saya membuka HP untuk membaca Al-Qur'an. Tak lama setelah selesai membaca Al-Qur'an, datang seseorang membersihkan masjid untuk persiapan sholat dzuhur nanti mungkin. Saat itu saya membaca terjemahan dari ayat yang sudah saya baca sebelumnya tapi tanpa suara (dibaca dalam hati)

Tiba-tiba saya dimarahin dan diusir dari masjid oleh orang tadi (sepertinya dia marbot masjid itu)

Dia berkata,"Kalau cuma mau main HP jangan di masjid, di luar saja!"

Saya sontak terkejut karena nadanya sangat tinggi sekali dengan muka merah padam saat mengatakan hal itu. Saya langsung keluar dan pergi meninggalkan masjid itu.

Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan orang tadi, apakah saya dikira pencuri atau apa? Padahal saya pakai pakaian rapi dengan kemeja batik dipadukan celana bahan dan tas kerja beserta sepatu pantofel. Ah sudahlah, saya pergi saja.

Ceritanya tidak sampai di situ, saya juga pernah diusir dari masjid bersama teman saya. Saat itu kami sedang ke taman kota, lalu tibalah adzan maghrib dan kami singgah ke masjid terdekat untuk menunaikan sholat maghrib. Selesai sholat, kami keluar dari masjid menuju halaman masjid yang lumayan jauh dari tempat ibadah.

Kami yakin suara kami tidak bakal terdengar sampai ke dalam masjid karena masjid itu besar sekali dan kami mengobrol tidak dengan suara yang tinggi karena kami hanya berdua. Tiba-tiba datang seseorang yang menegur kami dengan suara yang tinggi sama seperti yang saya alami sebelumnya.

Dia berkata,"Masjid itu tempat ibadah, bukan ngobrol atau nongkrong, kalau mau nongkrong jangan di sini, keluar dari lingkungan masjid!"

Padahal kami keluar dari dalam masjid tadi supaya tidak mengganggu orang beribadah, ternyata masih saja diusir.

Teman saya memang seorang mualaf dan wajah kami mirip orang cina, tapi apa karena itu mereka mengusir kami?

Tidakkah lebih baik sebelum mengusir tanya dulu baik-baik, sebagai contoh "Adek-adek lagi apa? Sudah sholat belum? Kalau belum sebaiknya sholat dulu" Kan kalau seperti ini enak.

Yang terjadi malah mereka tidak melihat kami sudah sholat dan seperti menganggap kami di sana hanya mengobrol dan bermain-main HP doang. Miris!

Sementara orang tua yang mengobrol di dalam masjid sampai mengganggu orang sholat tidak mereka usir. Siapa yang salah???

Wajar masjid sepi dari pemuda, sebab dari pengalaman saya tadi, saya bisa menyimpulkan marbot atau penjaga masjidnya tidak diajari cara berbicara yang baik dengan orang baru yang singgah untuk sholat. Ketika anak muda singgah ke masjid justru dianggap pengganggu dan ingin berbuat jahat.

Terlebih lagi di zaman modern seperti sekarang membaca Al-Qur'an bisa melalui Handphone. Tidak harus membawa mushaf tebal kemana-mana. Beribadah bukan untuk dipamerkan bukan? Masa iya kami harus membawa Al-Qur'an kemana-mana supaya dianggap sedang membaca Al-Qur'an?
Buka Komentar