Percayalah, Setia Itu Ada, Jangan Kalian Merusaknya

Percayalah, Setia Itu Ada, Jangan Kalian Merusaknya

Cewek: Yank.

Cowok: Iya sayang.

Cewek: Tadi mantan aku ngechat, hari ini dia ngajakin aku jalan.

Cowok: Apa?

Cewek: Kamu marah ya?

Cowok: Oh, ngak kok

Cewek: Trus tadi kenapa kamu kaget gitu?

Cowok: Ngak apa-apa sayang, terkadang jujur memang menyakitkan.

Cewek: Maaf ya, maksud aku kan pengen selalu jujur aja yank sama kamu.

Cowok: Iya yank gak apa-apa. Trus kamu mau diajak jalan sama dia?

Cewek: Enggak.

Cowok: Kenapa?

Cewek: Karena dia udah punya pacar

Cowok: Trus?

Cewek: Aku takut pacar dia marah sama akulah

Cowok: Oh gitu.

Cewek: Iya.

Cowok: (Jika seandainya dia gak punya pacar berarti kamu mau nerima ajakan dia? Kamu gak mau jalan sama dia karena takut pacar dia marah. Lalu bagaimana dengan aku? Pacarku tidak pedulikah kamu jika hal itu juga sebenarnya membuatku marah?) *berbicara dalam hati*

Cewek: Arka!!!???

Cowok: Iya.

Cewek: Kamu kenapa sih diam aja?

Cowok: Gak apa-apa sayang (mengusap rambut si cewek)

Cewek: hmmm hihi

Cowok: Yank?

Cewek: Iya Arka?

Cowok: Aku sayang sama kamu.

Cewek: Aku juga sayang sama kamu. Eh tuh dia nelpon aku lagi.

Cowok: Yaudah coba kamu angkat.

Cewek: Tapi kan??

Cowok: Gak apa-apa, angkat aja.

Cewek: Hmmm (mengangkat telepon) hallo?

Mantan: Hey, gimana? Kita jadi jalan, kan?

Cewek: Emmm... (menatap Arka seakan meminta izin, Arka hanya membalas dengan senyum) Tapikan kamu sudah ada pacar, aku gak mau pacar kamu marah. (mematikan telepon)

Cowok: Loh kok dimatikan?

Cewek: Arka, anterin aku pulang sekarang ya.

Cowok: Sekarang?

Cewek: Iyalah, mau tunggu apalagi?

Cowok: Kamu nerima ajakan dia ya? Makanya buru-buru pulang?

Cewek: Banyak tanya banget sih kaa..!!

Cowok: Maaf, yaudah aku anter kamu pulang.

(Jalan pulang, beberapa menit kemudian sampai di rumah)

Cewek: Kamu mau mampir dulu atau langsung pulang?

Cowok: Aku langsung pulang aja.

Cewek: Yaudah bye... (masuk ke rumah)

(30 menit kemudian, ceweknya nelpon)

Cewek: Hallo, kamu jahat banget sih ka..!!

Cowok: Aku jahat kenapa?

Cewek: Kamu tu gak peka!!! Kamu tau aku ngajakin kamu pulang itu kenapa?

Cowok: Ya karna mantan kamu udah mau jemput di rumah kan?

Cewek: Bukan!! Aku minta pulang karna aku marah sama kamu!! Kamu tau aku diajak ngedate sama mantan aku tapi kamu diam aja. Kamu gak ngelarang aku!! Kamu gak marah!! Kamu gak peduli!! Kamu gak cemburu!! Kamu gak sayang kan sama aku??

Cowok: Coba buka jendela kamar kamu, lihat ke arah pojok kanan samping pohon gede.

Cewek: (Melihat ke jendela) Arka??!! Kamu ngapai di situ? Tunggu bentar, aku ke situ (lari nemuin Arka)

Cowok: Hey

Cewek: Kamu ngapai di sini

Cowok: (Arka berdiri dan mengusap air mata ceweknya, lalu mendekap) Kamu kenapa nangis? Aku dari tadi gak pulang, aku nunggu di sini karna aku pengen liat kamu jalan sama mantan kamu.

Cewek: Kamu kenapa gak ngelarang aku?

Cowok: Ngelarang kamu? Buat apa?

Cewek: Kamu gak sayang ya sama aku?

Cowok: Denger ya, demi hidupku, aku sayang sama kamu, hanya saja aku sadar diri bahwa aku tidaklah lebih berarti di kehidupan kamu. Tentu saja aku cemburu, tentu saja sebenarnya aku marah, tapi siapa yang akan perduli dengan kecemburuanku dan kemarahanku ini? Kamu? Bahkan kamu tidak mengerti arti senyumku yang sebenarnya adalah sakit. Aku tau selama ini aku memang bodoh dalam hal membahagiakanmu. Jangankan membuatmu takut kehilanganku, membuatmu merasakan sayangku saja aku gagal. Aku minta maaf jika caraku mencintaimu adalah salah. Aku cuma berdoa, semoga kamu selalu menemui kebahagiaan disepanjang hidupmu. Meski kebahagiaanmu adalah bukan bersamaku, tetapi kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku.

Cewek: (Mendekap) Aku gak mau kehilangan kamu, maafin aku ya karna...

Cowok: (Emmmuuacch, menghentikan bicara) Kamu gak perlu minta maaf sayang, karna aku tidak pernah melihat kesalahan di dirimu di dalam hidupku, kamu begitu sempurna dimataku.

Kesetiaan itu mahal harganya, gak bisa ditukar dengan barang semahal apapun. Seberapa besar rasa sayang kita pada pasangan, jangan sampai membuat kita lepas kendali dan marah-marah karena cemburu yang gak jelas. Justru berikan dia kepercayaan, biarkan dia dengan prinsipnya.

Sebab pada dasarnya dia yang sayang padamu, sekuat apapun cobaan laki-laki lain menggodanya, dia akan terus menjaga perasaan, hati, dan cintamu.

Berbeda halnya dengan dia yang tidak serius denganmu, sehebat apapun kamu mempertahankan dan melarangnya, jika dia menemukan yang lebih baik, maka saat itu juga ia berpaling.

Satu hal lagi, terkadang caramu melarang dan cemburu menjadikan alasan buatnya untuk berhenti menyayangimu karen dia merasa tertekan.

Akhir kata, setialah meskipun kamu yakin dia tidak melihat apa yang kamu lakukan. Sebab biji kebaikan yang kita tanam akan menghasilkan bunga yang harum dan buah yang manis. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua memahami arti setia.

Tag : Cerita, Hidup
Buka Komentar