Kucing dan Kedudukannya dalam Pandangan Islam

Kucing dan Kedudukannya dalam Pandangan Islam
Kucing adalah binatang atau hewan yang sering kita lihat, selain termasuk binatang yang jinak kucing juga binatang yang mudah perawatannya. Banyak sekali kita lihat dirumah-rumah seseorang memelihara kucing didalamnya baik kucing biasa atau kucing yang bernilai mahal harganya.

Kucing sudah sejak lama berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun sebelum Masehi (menurut sumber wikipedia). Orang Mesir Kuno dari sejak 3.500 sebelum masehi telah menggunakan kucing untuk membantu mereka menjauhkan tikus atau hewat hama lainnya yang menggangu hasil panen dari lumbung tempat penyimpanan hasil panen mereka.

Saat ini kucing adalah salah satu binatang peliharaan yang paling terpopuler di dunia, Dan kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau jalur murni, seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dikembangbiakkan di tempat pemeliharaan binatang atau hewan yang resmi. Jumlah kucing tersebut diatas hanyalah berkisar sekitar 1% dari total seluruh kucing yang ada di dunia, sisanya adalah kucing biasa dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau biasa disebut kucing kampung.

Di dalam dunia islam, kucing hadir sebagai teman sejati di dalam setiap pergerakan perkembangan islam. Dan Rasulullah SAW mempunyai seekor kucing yang beliau pelihara dirumahnya kucing tersebut sangat beliau sayangi dan diberi nama Mueeza.

Pada suatu saat, ketika Rasulullah SAW hendak berpergian dan ingin mengambil jubahnya, Rasul SAW melihat Mueeza kucing kesayangan beliau sedang tidur pulas diatas jubah beliau. Karna Rasul SAW tak ingin mengganggu peliharaan kesayangannya itu, Nabi pun harus memotong belahan lengan yang ditiduri oleh Mueeza dari jubahnya itu. Dan ketika Rasul SAW kembali ke rumahnya, Muezza terbangun dan sujud memberi penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil Muezza itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali Rasulullah SAW sedang menerima tamu di rumahnya, Rasullullah SAW selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya.

Salah satu sifat Mueeza yang Rasulullah SAW sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya itu terdengar seperti mengikuti suara adzan tersebut. Kepada para sahabat, Rasulullah SAW juga berpesan untuk selalu menyayangi kucing peliharaan, seperti layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah kitab hadist Shahih Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan juga tidak melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri.

Rasulullah SAW pun menjelaskan bahwa balasan bagi wanita ini adalah siksa api neraka. Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, Seorang wanita akan dimasukkan kedalam neraka dikarenakan seekor kucing yang dia ikat dan tidak pernah diberikan makan bahkan tidak diperkenankan untuk makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai (HR. Bukhari).

Tak hanya Rasulullah SAW, istri Rasulullah SAW sendiri, Aisyah radhiyallahu anhu pun sangat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan bila ditinggal pergi oleh si kucing tersebut. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr AlAzdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan) oleh Rasulullah Saw, karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya. Dan banyak sahabat Rasulullah SAW dan serta para kaum sholihin serta tokoh-tokoh muslim pencinta Rasulullah SAW juga memelihara seekor kucing karna mengikut jejak Rasulullah SAW.

Shodaqoh pada kucing adalah termasuk amalan yang sangat luar biasa. tatkala ditanya oleh seorang sahabat kepada Rasulullah SAW,  Ya Rasulullah, Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada ganjarannya? Beliau Rasulullah SAW pun menjawab, Di dalam berbuat baik pada setiap apa yang bernyawa pasti ada pahalanya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Shodaqoh bisa mempermudah segala urusanmu dan shodaqoh juga dapat memperlancar rezekimu, sedangkan kucing itu datang untuk menjemput shodaqoh kita yang mungkin saja utusan Allah SAW untuk menguji kita melalui si kucing sebelum menolong, memuliakan dan menambahkan rizki kita.

Terkadang disaat kita sedang asyik makan datang lah se ekor kucing mengeong-mengeong mengemis belas kasihan kita. Secara pandangan dzohir memang terlihat kucing lah yang mengharap belas kasih kita namun jika kita cermati sebenarnya kita lah yang sedang mengharap belas kasihan bukan pada kucing tersebut melainkan pada Allah SWT penciptanya, sebab rahmat Allah SWT bisa saja turun melalu perantara-perantara yang tidak ketahui.

Jadi berhati-hatilah terhadap kucing dan jangan sekali-kali kita menendang dan menyakiti seekor kucing, karna apa yang dikatakan Rasulullah SAW pasti benar adanya. Jika kita tidak suka cukup lah menjauhinya jangan memukulnya selayaknya sampah.

Buka Komentar