Sekolah Negara Finlandia vs Sekolah Negara USA, Beda 180 Derajat!

Sekolah Negara Finlandia vs Sekolah Negara USA
Dulu Finlandia memiliki mutu pendidikan yang kurang. Saat anak Finlandia di tes sekolah yang sama dengan tes sekolah USA, nilai anak Finlandia sedikit lebih rendah dari anak USA. Pemerintah Finlandia sangat tak menyukainya.

Oleh karena itu, mereka mencoba beberapa ide dalam sistem pendidikannya. Tapi sekarang, mutu pendidikan Finlandia menjadi nomor 1 di dunia dan USA tertinggal di posisi 29. Kita akan berpikir bagaimana cara Pemerintah Finlandia melakukannya.

Banyak kunjungan belajar ke Finlandia termasuk USA  untuk mempelajari bagaimana caranya. Menteri Pendidikan Finlandia, Krista Kiuru mengungkapkan rahasianya yaitu di sekolah Finlandia tak ada PR (Pekerjaan Rumah). Seluruh sekolah USA sangat berbeda, yang mana akan ada PR untuk muridnya. Krista Kiuru mengatakan murid seharusnya memiliki lebih banyak waktu menjadi anak -anak, bermain dengan teman - temannya, menikmati masa hidup kanak - kanak mereka. 

Salah satu kepala sekolah menengah keatas, Pasi Majasaari mengungkapkan pola semua PR sudah usang dalam pendidikan. Anak - anak punya sesuatu yang lebih bermanfaat untuk mereka kerjakan setelah pulang sekolah. Mereka punya hak bersama sahabatnya, bersama keluarganya, seperti melakukan olahraga, bermain musik dan membaca buku.

Saat seorang  guru wanita SD, Anna Hart di Finlandia ditanya apa yang mereka lakukan sehabis belajar kalau tidak ada PR. Anna Hart menjawab mereka memanjat pohon jika mereka mau memanjat pohon. Sesudah mereka panjat pohon,  mereka turun dengan gembira karena saat memanjat pohon mereka melihat berbagai macam serangga di pohon. Keesokan hari mereka ditanya gurunya apa yang kalian pelajari ketika memanjat pohon.

Anak SD di Finlandia bersekolah hanya 3 jam setiap hari, kecuali hari selasa mereka 4 jam di sekolah, jadi total sekolah 1 pekan ialah 20 jam. Sangat terbalik di USA yang kebanyakan sekolah dari pagi sampai sore memiliki jam sekolah setiap harinya.

Walau waktu belajar di sekolah sangat sedikit dibanding dengan di USA , Kepala sekolah wanita di Finlandia, Leena Liusvaara menyampaikan otak siswa harus diistirahatkan setelah bekerja. Kalau otak terus bekerja untuk belajar, otak itu akan lelah dan  tidak ada gunanya walau terus menerus belajar. Anak - anak pasti akan berhenti belajar.

Karena gagasan itu,  Finlandia memiliki rekor masa pendidikan paling sedikit tiap hari dan tersingkat pertahun di seluruh Amerika barat. Finlandia membuktikan dengan waktu sekolah cepat dapat hasil pembelajaran lebih baik. 

Siswa pindahan dari USA yang bersekolah di Finlandia, Arttu Taipale menceritakan perbedaan pertama yang ia alami saat sekolah di Finlandia adalah tidak ada soal pilihan ganda. Arttu Taipale menyebutkan bahwa soal saat sekolah di USA selalu pilihan ganda. Di Finlandia, soal selalu esai. Dia menjadi lebih kreatif akan menjawab soal esai dibanding soal pilihan ganda tapi tetap sesuai jawabannya dengan apa yang ia pelajari.

Hal lainnya yang mengejutkan dalam pendidikan Finlandia adalah mereka menghilangkan ujian nasional. Apa yang dipelajari dalam sekolah tiba - tiba ketika ujian nasional memiliki soal yang tidak diajari dalam sekolah. Terlebih lagi ujian nasional menjadi standar kelulusan sekolah. Siswa akan hanya bersusah payah dalam sekolah untuk lulus ujian nasional tanpa menghiraukan lainnya. Di sekolah USA bahkan menghilangkan pelajaran yang tak diteskan pada persiapan ujian nasional seperti olahraga, musik, berpuisi dan seni. Pelajaran - pelajaran tersebut dianggapkan menyia-nyiakan waktu belajar di sekolah USA.

Padahal, guru Matematika Finlandia menegaskan belajar di sekolah harus mendapatkan  cara menemukan kebahagiaan dalam belajar. Kami memberi pelajaran apapun yang anak - anak perlukan supaya mereka dapat menggunakan otak mereka dengan baik termasuk  belajar matematika, termasuk juga belajar seni serta apapun yang membentuk pikiran mereka tambah cerdas. Kita ajarkan mereka memanggang roti, menyanyi, seni, berjalan di alam bebas dalam waktu singkat di sekolah Finlandia.
Saat Indonesia sibuk dengan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru, Finlandia telah menetapkan aturan pada orang tua yang ingin mendaftarkan anak ke sekolah ialah sekolah yang paling dekat dari rumahnya tinggal. Itu terjadi karena seluruh sekolah di Finlandia sama dalam segala hal seperti kualitas pengajar, sarana dan prasarana, administrasi serta aturan sama.

Oleh sebab itu, orang tua tak ada yang khawatir jika harus pindah sekolah bagi anaknya. Orang tua tak ada bertanya dimana sekolah yang paling baik pada daerah ini. Orang tua pun tidak pusing berpikir harus bayar biaya pendidikan karena sekolah Finlandia gratis.

Orang kaya atau miskin akan sama perlakuannya saat bersekolah. Sekolah Finlandia menjadikan siswa sebagai subjek bukan objek. Saat anak - anak bermain di taman, kami jadwalkan arsitek bercerita disana. Anak anak kan banyak bertanya pada arsitek itu tentang bagaimana desain benda -benda yang ada di taman dan sekolah. Siswa -siwa lebih dianggap dewasa di Finlandia karena merak tak perlu izin dahulu untuk keluar kelas.

Salah satu guru Finlandia yang sebelumnya guru di USA mengutarakan di waktu mengajar anak USA ia berkata bahwa kalian bisa jadi apa yang kalian cita - citakan, tapi saya merasa itu bohong dengan keadaan pendidikan USA sekarang.  Waktu mengajar di Finlandia, banyak waktu saya mengajarkan apa yang anak ingin dan apa yang mereka mau saat masa depan. Ketika saya bilang kalian bisa jadi apa yang kalian cita - citakan di Finlandia, tak sedikitpun rasa berbohong seperti saat mengajar di USA dalam benak hati saya sebab mereka sudah mempunyai kekuatan memulai cita - citanya saat ada di sekolah.

Mungkin ada yang bilang Finlandia telah menemukan metode pendidikan paling baik dan metode pendidikan di USA dan lainnya salah, namun Penasehat Kebijakan Pendidikan, Pasi Sahlberg menyatakan bahwa itu pandangan itu sangat keliru. USA -lah yang menggagas ide pendidikan seperti ini di Finlandia.

Setiap guru di Finlandia sepakat untuk mendidik anak berpikir untuk apa yang baik untuknya dan kritis terhadap apa yang terjadi padanya, menghormati dirinya dan orang lain, mengubah kebiasaan buruknya,  serta menjadi manusia yang bahagia. Anak - anak yang punya waktu untuk bermain, bergaul dengan orang lain tumbuh menjadi manusia sejati dengan alasan banyak hal menyenangkan di selain hidup di sekolah.

Bayangkanlah apa yang kita mau saat anak kita sekolah, ingin dia bisa mencari uang atau hidup bahagia dan membahagiakan orang lain? (Harut Marut)
Buka Komentar