10 Tipe Karyawan Yang Susah Kaya

10 Tipe Karyawan Yang Susah Kaya
Menjadi kaya merupakan dambaan semua orang. Namun tidak semua orang memiliki kebiasaan orang kaya. Kaya sebetulnya adalah takdir yang bisa diubah dan diperjuangkan. Jika kita mau mengubah pola berpikir, kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari.

Untuk menjadi kaya, kita harus banyak belajar dari kehidupan orang yang sudah sukses untuk mempelajari apa yang membuatnya sukses agar bisa kita tiru. Kita juga bisa belajar dari orang yang gagal untuk mempelajari apa penyebab dia gagal dan berusaha sebisa mungkin menghindarinya.

Oleh sebab itu berikut saya uraikan 10 tipe karyawan yang susah menjadi kaya:

1. Hidup Untuk Hari Ini


Karyawan seperti ini tidak punya masa depan, semua penghasilan yang diterima hanya dipikirkan untuk kebutuhan hari ini saja. Sehingga jika ada hal yang diluar kebiasaan terjadi, mereka harus berhutang atau jatuh miskin. Berbanding terbalik dengan tipe karyawan sukses, dimana setiap penghasilan yang diterima selalu dipikirkan dan disisihkan untuk kebutuhan masa depan. Penghasilan itu bisa untuk pendidikan, tabungan, properti, kesehatan, dan kebutuhan tak terduga. Sehingga mereka tidak semena-mena membelanjakan uang. Jika tiba-tiba terjadi krisis, mereka tetap punya simpanan.

2.  Inflasi Gaya Hidup

Semakin besar gajinya, semakin besar pula pengeluarannya. Awalnya dengan gaji 1 juta dia makan di pinggir jalan, setelah gajinya naik jadi 2 juta dia makan di warteg, begitu gajinya naik lagi menjadi 5 juta dia jadi makan di restaurant. Padahal tujuannya sama, supaya perutnya kenyang. Beginilah ciri-ciri karyawan dengan tipe infalasi gaya hidup yang bakalan susah menjadi kaya. Beda halnya dengan tipe karyawan makmur, gaya hidup mereka saat gaji 1 juta dan 5 juta akan tetap sama. Sehingga naiknya gaji menjadikan uang mereka berlebih yang akhirnya bisa di tabung dan di investasikan ke hal yang lebih bermanfaat. Jadi, inflasi gaya hidup bisa diartikan kita membeli gaya hidup yang lebih mahal.

3. Malas Mencatat Pengeluaran

Pemasukkan setiap bulan pasti sudah ada, yaitu dari gaji. Tapi sudahkah kita memiliki catatan pengeluaran? Mulai dari rincian biaya parkir, beli cemilan, beli pakaian, beli makanan, liburan, dll. Jika belum, maka mungkin kamu pernah kaget dimana gaji kamu terasa cepat habis padahal kamu baru saja gajian. Kamu bingung uang kamu habisnya dimana. Namun, begitu dihitung-hitung secara rinci ternyata gaji kamu habis oleh hal-hal yang tidak begitu penting yang kamu lakukan berulang-ulang. Jadi, jika kamu ingin kaya, catatlah pengeluaran.

Sama seperti sepeda motor dan mobil. Pernah gak sih kamu bertanya pada diri sendiri, kenapa sepeda motor dan mobil di kasih jarum atau indikator bahan bakar? Tentu saja tujuannya agar kamu tidak kaget ketika bensin kamu habis kan? Agar kamu tidak kehabisan minyak di tengah jalan. Serta supaya kamu bisa bersiap siaga saat tangki kendaraan kamu mulai mendekati kosong.

Begitu juga dengan keuangan kamu. Kamu butuh catatan, indikator, atau pengingat tentang pemasukan dan pengeluaranmu agar tidak kaget di tengah bulan apalagi di akhir bulan. Jangan sampai awal bulan makan enak, tapi dibulan tua kamu makan nasi dengan lauk minyak dan garam.

4. Pakai Kartu Kredit Tapi Bayar Minimum Payment

Karyawan seperti ini suka menggunakan kartu kredit, apapun dibeli dengan kartu kredit, mulai dari minuman, makanan, pakaian dan gadget. Kartu kredit terkadang menyebabkan kita berbelanja semaunya. Meskipun sekarang ada sistem bayar dengan minimum payment, tapi justru hal ini yang membuat kamu susah kaya.

Minimum Payment artinya kita bisa membayar tagihan dengan nilai minimum saja. Misalnya tagihan kita 2 juta, maka kita boleh membayar 200 ribu saja. Sisanya boleh di bayar belakangan. Di sini bahayanya. Saat sisanya tidak di bayar tepat waktu, maka bunganya akan bertambah banyak. Bahkan bisa lebih besar dari bunga di bank.

Alih-alih menunda bayar agar bulan ini kamu bisa bersenang-senang, tapi beberapa bulan berikutnya bisa-bisa tagihan kartu kredit kamu menumpuk disertai dengan bunganya. Sehingga gaji kamu saja tidak cukup untuk membayarnya. Jadi, jangan hidup dari hutang.

5. Belanja Lebih Dari Penghasilan

Karyawan seperti ini memang akan sulit kaya karena besar pasak daripada tiang. Pengeluaran bulanan justru lebih besar daripada pemasukannya. Kebiasaan karyawan seperti ini biasanya suka membeli barang yang melebihi nilai gajinya. Misalnya dia memiliki gaji 1 juta tapi dia malah membeli handphone seharga 5 juta. Artinya dia membelinya dengan cicilan. Sehingga penghasilan bulanan habis untuk bayar cicilan saja.

6. Gali Lubang Tutup Lubang

Kebiasaan hutang sana untuk menutupi hutang sini pada akhirnya akan menemukan titik buntu. Cara penyelesaiannya cuma satu, yaitu bekerja ekstra untuk mendapatkan gaji lebih supaya bisa menutupi hutang yang sudah di miliki. Jika tidak maka resikonya karyawan seperti ini akan kabur dari masalah. Mereka meminjam uang, lalu ketika sudah tidak sanggup bayar, mereka pergi menghilangkan jejak. Perbuatan ini sangat tidak baik dan sangat merugikan orang lain.

7. Sering Telat Bayar

Suka menunda-nunda pembayaran salah satu penyebab kamu menjadi karyawan yang susah kaya. Kebiasaan ini sangat tidak baik untuk keuangan kamu kedepannya. Saat kamu punya tagihan telepon, kredit, hutang, tagihan listrik, bayar arisan semuanya suka telat bayar. Maka rasa kepercayaan orang terhadapmu akan berkurang dan saat kamu membutuhkan sesuatu, mereka tidak akan mau lagi melayanimu.

8. Tidak Memanfaatkan Uang Yang Ada Untuk Meningkatkan Karir Dan Pendapatan

Kita mungkin pernah memiliki uang yang berlebih yang berasal dari bonus atau dari gaji. Selain untuk di sisihkan di masa depan sebaiknya uang tersebut digunakan untuk meningkatkan karir dan pendapatan. Karyawan yang bisa kaya biasanya memanfaatkan uang yang dia punya untuk meningkatkan pengetahuan, penampilan, bisnis sampingan, dll.

Penampilan juga sangat penting untuk di tingkatkan. Sebab penampilan bisa mempengaruhi karir dan juga mempengaruhi kepercayaan diri kita. Berpakaianlah 1 level di atas pekerjaan kita, begitu juga dengan pikiran dan ucapan. Misalnya kita seorang staff, kita harus belajar berpenampilan, berpikir, cara menjalankan tugas, dan cara melakukan transformasi yang lebih tinggi dari tugas seorang staff, yaitu belajar menjadi supervisor, walaupun kita belum di tunjuk menjadi supervisor. Dengan kata lain kita memantaskan diri untuk naik ke level yang lebih tinggi dan lebih baik.

9. Mengkoleksi Barang Tidak Bernilai

Saya menemukan ada karyawan yang mengkoleksi bungkus rokok, botol minuman kaleng, botol kecam manis, korek api, dan barang lain yang tidak bernilai. Mengkoleksi barang memang hak semua orang dan terkadang mereka menganggapnya sebagai seni. Kalau yang di koleksi alat-alat musik saya pikir tidak masalah karena selain seni, ia juga bisa bernilai dimasa depan.

Mengkoleksi barang yang tidak bernilai hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri dan tidak bisa dinikmati oleh orang lain. Sehingga manfaatnya hanya terasa pada diri sendiri saja. Sedangkan kita tahu bahwa, orang yang paling beruntung adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain baik dari segi spiritual maupun dari segi ekonomi.

10. Belanja Tanpa Rencana

Karyawan yang belanja tanpa rencana adalah karyawan yang ditakdirkan suatu hari akan kekurangan uang. Jadi rencanakan semuanya dengan baik meskipun sebagai manusia kita hanya bisa berencana dan Tuhan semua yang menentukan. Namun, dengan rencana tersebut kita punya gambaran dan patokan serta tujuan jelas harus seperti apa kedepannya.

Jika kamu merasa ada salah satu point di atas ada pada diri kamu, segera perbaiki agar kamu bisa menjadi kaya dikemudian hari. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini dengan menekan tombol share ke sosial media di pojok kiri bawah agar lebih banyak orang tahu dan merasakan manfaatnya.
Buka Komentar