Pak Jokowi yang Kaya Filosofi

Pak Jokowi yang Kaya Filosofi
Bagi banyak orang, komentar maupun tindak-tanduk Pak Jokowi kerap disikapi dengan gelak tawa bermuatan bully-an. Tapi tidak demikian denganku. Menurutku, justru banyak perkataan dan perbuatan beliau yang mengandung pesan filosofis teramat tinggi.

Masa? Kalau ada yang bertanya begitu, artinya pikiran anda yang belum mampu menjangkau kedalaman pesan yang beliau sampaikan. Baik, sekarang marilah kita ambil contoh yang paling gampang.

Pak Jokowi kerap bilang, "Bukan urusan saya" ketika ditanya tentang satu hal. Sebetulnya, pesan tersirat yang hendak beliau sampaikan terkait jawaban itu ialah: "Woi! Kalian jangan apa-apa tanya Presiden dong! Presiden itu punya para pembantu yang namanya menteri. Masing-masing berwenang atas tupoksi sesuai bidangnya masing-masing! Masa dari masalah PSSI sampai PHK tanya Presiden, terus menteri terkait suruh ngapain?"

Contoh lain, ketika ditanya tentang film Dilan, Pak Jokowi menjawab kurang lebih begini. "Dilan ini sederhana tapi diambil dari sudut pandang kamera yang pas sehingga booming."

Tak pelak, komentar unik tersebut mengundang tawa dan celaan dari warga net. Sekali lagi, saya ucapkan "Kasian deh Loe" bagi yang menertawakan jawaban super genius tersebut. Itu artinya anda menertawai kenaifan diri. Saya jelaskan ya, makna tersirat dari kata-kata beliau! Maksudnya, "Cerita tentang Dilan ini sebetulnya merupakan suatu cerita pasaran, yang biasa banget, tapi berhubung disajikan dengan cara unik dan karakteristik yang unik pula, jadilah film Dilan ini booming. Salah satu keunikan dalam film Dilan ini misalnya lontaran humor maupun gombalan sang tokoh utama pria, yang redaksinya belum ada dalam film-film sebelumnya." Misal soal ungkapan "Rindu itu berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja."

Teranyar, yang menjadi bahan bully-an di dunia maya adalah sikap Pak Jokowi yang di tengah upacara peringatan 17 Agustus, tiba-tiba menyalami komandan upacara. Dan sang komandan upacara yang seketika terkesiap, mau tidak mau menerima juluran tangan beliau.

Dalam hal ini Pak Jokowi seakan hendak menyampaikan pesan kepada segenap anak bangsa, "Makanya jadi orang sukses seperti saya, dong! Hanya dengan kesuksesan kita memiliki power untuk mengubah sesuatu yang selama ini dipandang tidak mungkin." Kalian paham ya? (Karyono)

Buka Komentar