Jangan Jatuh Cinta Kepada Laki-Laki Yang Baik

Jangan Jatuh Cinta Kepada Laki-Laki Yang Baik
Jangan jatuh cinta kepada laki-laki yang baik, karena akan susah sekali rasanya untuk membenci laki-laki yang baik. Bahkan setelah dia meninggalkanmu.

Mengapa?

Karena kamu akan berpikir, bahwa apapun yang laki-laki baik itu lakukan, pasti benar.

Di bawah alam sadarmu, kamu pasti akan berpikir bahwa sebenarnya dia bermaksud baik dengan memutuskanmu.

Bahwa semua yang dia lakukan itu, pasti demi kebaikan kalian berdua.

Oleh karena itu, meskipun dia sudah membuatmu terluka, sampai kamu meneteskan air mata. Kamu akan tetap menganggapnya laki-laki yang baik.

Dan tentu saja karena dia laki-laki yang baik, meskipun telah berpisah, dia akan tetap memperlakukanmu seakan-akan kamu masih menjadi wanita yang spesial untuknya.

Dia akan memintamu untuk tetap berteman dengannya, dan kamu, mau tidak mau mengiyakan permintaan itu, karena sebenarnya kamu pun masih mempunyai keinginan untuk bisa bersama dengannya.

Sehingga, kamu memanfaatkan segala kesempatan yang terbuka.

Tapi, apakah kamu sanggup untuk menempati posisi sebagai teman, setelah banyak hal yang sudah kamu dan dia lewati bersama?

Kalau kamu jatuh cinta pada laki-laki yang baik, kamu tidak akan bisa untuk tidak menaruh harap, bahwa dia yang baik itu akan berlaku baik juga padamu.

Sekali kamu jatuh cinta kepada laki-laki yang baik. Maka kamu tidak akan pernah bisa menghilangkan perasaanmu seutuhnya kepadanya.

Jika seorang laki-laki berengsek meninggalkanmu, setidaknya kamu sudah mempersiapkan diri, karena kamu tahu dianya brengsek.

Setidaknya kamu bisa membenci laki-laki yang tidak punya hati itu. Setidaknya kamu bisa menyalahkan dirimu sendiri yang bodoh karena sudah jatuh hati kepada laki-laki semacam itu.

Tapi, laki-laki yang baik akan pergi ketika kamu berpikir kalau dia tidak akan pernah pergi dari hidupmu.

Ketika kamu menganggap semuanya baik-baik saja, tiba-tiba di suatu siang, dia datang ke rumahmu, meminta maaf karena dia ingin pergi darimu.

Tentu saja dia akan mengatakan kepergiannya bukan salahmu, dan yang salah adalah dirinya.

Dia akan mengatakan kalau kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari dia.

Kepergiannya yang jauh di luar ekspektasimu ini akan membuatmu mati rasa.

Semua terjadi begitu cepat, dan ketika kamu sadar, dia sudah pergi.

Awalnya, kepergiannya yang tiba-tiba itu akan membuatmu bertanya-tanya.

Tetapi pada akhirnya kamu akan menyalahkan dirimu sendiri, karena tidak mampu menjaganya.

Buka Komentar