Uniknya Musim di Indonesia, Negara Lain Tidak Tahu Tentang Ini

Saifullah.id - Foto di atas terlihat lucu bagi mereka yang tinggal di desa dengan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani. Namun juga akan membingungkan bagi mereka yang tinggal di kota atau di belahan bumi lain selain di Indonesia.


Seperti yang kita tahu bahwa, iklim terbagi menjadi 4, yaitu iklim tropis, iklim substropis, iklim sedang, dan iklim dingin

Biasanya wilayah dengan iklim tropis hanya akan memiliki 2 musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau.


Sedangkan untuk wilayah dengan iklim subtropis memiliki  4 musim dalam setahun, diantaranya musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Indonesia termasuk ke dalam wilayah beriklim tropis, sehingga cuma ada 2 musim menurut ahli geografi.

Tapi tahu kah kamu bahwa penduduk Indonesia tidak hanya menyematkan kata musim hanya pada keadaan cuaca?

Kata "Musim" juga digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sedang banyak terjadi di waktu tertentu, misalnya musim rambutan, musim durian, musim mangga, musim panen (beranyi), sampai ada musim kawin (nikah).

Musim rambutan terjadi jika banyak buah rambutan yang matang sampai membludak membanjiri banyak pasar. Bahkan sampai ke pedagang pinggir jalan.

Sedangkan musim durian artinya masa dimana hampir semua pohon durian menghasilkan buah yang siap panen dan dijual belikan. Sehingga pada waktu itu buahnya mudah di dapat malahan sampai dikirim dari desa ke kota sebagai ladang bisnis musiman.

Beda lagi dengan musim kawin, sebuah keadaan bisa dikatakan musim kawin jika pernikahan terjadi dimana-mana. Biasanya dalam 1 hari terjadi beberapa pernikahan di beberapa daerah dan peristiwa ini berlangsung setiap hari sabtu dan minggu.

Nah, kalau musim panen padi (beranyi) terjadi jika semua sawah warga sudah siap panen karena padinya sudah matang. Musim beranyi biasanya ditandai dengan banyaknya hamparan padi di tepi jalan.

Bagi petani yang memiliki halaman rumah yang luas mungkin akan menjemur padi di depan rumah. Tapi jika tidak cukup, maka mereka akan menjemur padinya di tepi jalan agar cepat kering dan bisa segera digiling menjadi beras.


Fenomena ini menjadi keunikan Indonesia yang musimnya tidak seperti negara Jepang, Amerika, dan Belanda.

Di Jepang ada pemandangan bunga Sakura yang menghiasi sepanjang jalan, di Amerika ada salju putih yang mendinginkan jalan, di Belanda ada daun kering yang berguguran memerahkan jalan, sedangkan di Indonesia ada padi yang terhampar disepanjang jalan.

Kita patut bersyukur karena musim di Indonesia adalah lambang keberkahan, karena semuanya bisa dimakan. Ada padi, rambutan, durian, mangga, dll
Buka Komentar