Donor Darah Manusia dengan Hewan Berakibat Fatal, Begini Sejarah Donor Darah

Donor Darah Manusia dengan Hewan Berakibat Fatal, Begini Sejarah Donor Darah
Saifullah.id - Donor darah yang kita kenal sekarang ini ternyata berasal dari banyak pengorbanan dan penelitian yang panjang. Sebelum ditemukannya golongan darah A, B, AB, dan O, ternyata dokter zaman dulu pertama kali menerapkan donor darah pada sesama hewan. Lalu setelah itu mereka juga mencoba donor darah dari hewan ke manusia yang pada akhirnya berakibat fatal.


Lalu bagaimana donor darah yang kita jumpai sekarang bisa berhasil? Berikut sejarah donor darah yang jarang diketahui oleh banyak orang.

Sejarah donor (transfusi) dimulai pada abad ke-16, tepatnya pada tahun 1616 dimana Wiliam Harvey sang dokter dari Inggris menemukan sirkulasi darah manusia yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1628.

Berlanjut dengan penelitian mengenai sel darah merah yang dilakukan oleh seorang Microscopist (ahli mikroskop) Jan Swammerdam di tahun 1658.

Pada tahun 1665, Richard Lower seorang dokter dari Inggris berhasil melakukan transfusi darah antar binatang (anjing dengan anjing).

Di tahun 1667, Jean Baptise Denis (Perancis) dan Richard Lower (Inggris) melakukan transfusi darah di tahun yang sama. Mereka melakukan transfusi darah pada manusia dengan menggunakan darah domba yang berakibat fatal.

Seorang dokter kandungan Inggris, James Bundlell melakukan transfusi darah pertama antar manusia. Pada 10 pasien pertama yang melakukan transfusi darah 5 orang berhasil. Transfusi darah tersebut dilakukan pada pasien yang mengalami Postpartum Hemorrhage (Perdarahan pasca melahirkan).

Pada tahun 1840, transfusi darah lengkap dilakukan untuk pengobatan Hemophilia dan dinyatakan sukses.

Tahun 1873-1880 Dokter dari Amerika Serikat mencoba untuk melakukan transfusi susu pada sapi, kambing dan manusia.


Tahun 1884, Cairan Saline digunakan untuk menggantikan susu sebagai “Pengganti Darah” seiring dengan meningkatnya reaksi transfusi akibat susu.

Pada tahun 1901, Seorang dokter dari Austria yang bernama Karl Landsteiner menemukan 3 jenis golongan darah manusia yaitu A, B dan O.

Di tahun selanjutnya yaitu 1902, Alfred Decastello dan Adrianmo Sturlli menemukan golongan darah yang ke-4 yaitu AB.

Udwing Hektoen menyarankan agar keselamatan dalam transfusi darah harus diitngkatkan dengan Cross-Matching (mencocokkan/uji silang) darah antara donor dengan pasien untuk mencegah terjadinya reaksi transfusi. Reuben Ottenberg melakukan transfusi darah pertama dengan uji silang terlebih dahulu dan juga pencocokan golongan darah (1907). Pada tahun yang sama, golongan darah O dinyatakan sebagai darah universal.

Tahun 1914, Adolf Hustin menemukan bahwa Na Citrate (Sodium Sitrat) dapat digunakan sebagai antikoagulan sehingga dapat disimpan dan digunakan di medan perang.

Tahun 1932 bank darah pertama kali didirikan di Leningrad, Rusia.


Pada tahun 1939-1940 Golongan darah Rhesus ditemukan dan ketahui bahwa Rhesus merupakan salah satu penyebab terjadinya reaksi transfusi. Golongan darah Rhesus (Rh) ditemukan oleh Karl Landsteiner, Alexander Weiner, Philip Levine dan R.E. Stetson.

Pada tahun 1940, Amerika Serikat melakukan donor darah nasional. Charles R. Drew, MD melakukan program pemisahan darah pertama untuk menyembuhkan korban perang Inggris yang dinamai “Plasma For Britain

Tahun 1943 J.F Loutit dan Patrick L. Mollison memperkenalkan antikoagulan ACD.

Robin Coombs, Arthur Mourant dan Rob Race menemukan Human Globulin (Coomb’s Test). Human Globulin digunakan untuk mengidentifikasi antibodi inkomplit. Pemeriksaan tersebut kemudian disebut sebagai Antiglobulin Test.

Tahun 1947 pemeriksaan Syphilis dan pemeriksaan golongan darah ABO dilakukan pada tiap unit darah.

Di tahun 1950, kantong plastik pertama kali digunakan untuk pengambilan darah sebagai tindakan keselamatan juga sebagai pengganti botol kaca yang lebih mudah pecah dalam penyadapan maupun penyimpanan darah. Penggunaan kantong plastik diperkenalkan oleh Carl Walter dan W.P Murphy.

Pada tahun 1954 Cryoprecipitate AHF digunakan pada penderita hemophilia.

AABB (The American Assosiation of Blood Bank)  menjadi komite dalam inspeksi maupun akreditasi untuk memonitor standar pelayanan bank darah di tahun 1957.

Di tahun 1961 Platelet Concentrate diketahui dapat mengurangi perdarahan pada penderita kanker.
Di tahun 1964 Plasmapheresis diperkenalkan sebagai penyadapan plasma utnuk kebutuhan fraksionasi.

Tahun 1970, Bank darah menggerakkan sistem donor sukarela.

Tahun 1971, Pertama kali dilakukannya test HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) pada darah donor.

Di tahun 1972, metode apheresis pertama kali diperkenalkan untuk pengambilan satu komponen darah dan mengembalikan kembali komponen yang tidak diperlukan.

Pada tahun 1981, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ditemukan.

Pada tahun 1985, skrining test untuk AIDS dilakukan untuk pertama kalinya dilakukan dan diimplementasikan pada bank darah.

Pemeriksaan Hepatitis C dilakukan pada tahun 1990.

Di tahun 2000, NAT (Nucleic acid Amplification Test) dilakukan untuk mendeteksi virus HIV dan Hepatitis C.

Sepanjang itu dan hanya sejarah transfusi? Mana sejarah transfusi di Indonesia?? Nanti penulis pisah yha, untuk sejarah transfusi darah di Indonesia.

Sumber:
  • http://www.aabb.org/tm/Pages/highlights.aspx
  • http://www.sciencedirect.com/sience/article/pii/S1201971213003081
  • http://www.ibms.org/go/nm:history-blood-transfusion
  • http://www.standfordcenter.org/a-brief-history-of-bloodtransfusion-through-the-years
  • http://www.redcrossblood.org/donate-blood/blood-donation-process/what-happens-to-donated-blood/blood-transfusion/history-blood-transfusion.html
Buka Komentar