Soal dan Kunci Jawaban Bimbingan Konseling (BK)

Soal dan Kunci Jawaban Bimbingan Konseling

Jawablah dengan singkat dan tepat pada soal-soal dibawah ini, sertakan referensi yang relevan dan terkini!
  1. Kemukakan beberapa alasan tentang pentingnya penerapan bimbingan dalam proses pendidikan !
  2. Jelaskan peran bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah-masalah keluarga, pengangguran, dekadensi moral, dan rasisme !
  3. Bagaimanakah keterkaitan antara fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, dan pemeliharaan/pengembangan? Jelaskan jawaban anda dengan disertai contoh !
  4. Sebutkan beberapa persepsi yang keliru terhadap bimbingan dan konseling !
  5. Istilah “Penempatan” dan “Penyaluran” seringkali dipakai secara bersamaan dalam layanan penempatan dan penyaluran. Menurut anda, apakah perbedaan dan persamaan antara “Penempatan” dan “Penyaluran” itu ? Jelaskan jawaban anda disertai contoh !
  6. Identifikasi berbagai rumusan bimbingan dan konseling dari para ahli (minimal 3 pendapat), kemudian buat satu rumusan tentang pengertian bimbingan dan konseling tersebut dengan bahasa sendiri !

KUNCI JAWABAN

1) Alasan penerapan bimbingan dalam proses pendidikan sangat penting, diantaranya:
  • Memberikan berbagai informasi yang diperlukan dalam proses belajar.
  • Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya.
  • Mengevaluasi keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.
  • Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya.
  • Mengenal dan memahami setiap siswa yang baik secara individual maupun secara kelompok

    Referensi
    : https://press.umsida.ac.id/index.php/icecrs/article/view/388/262?download=pdf


2) Peran bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah-masalah keluarga, pengangguran, dekadensi moral, dan rasisme antara lain sebagai berikut:
a. Peran bimbingan konseling untuk mengatasi masalah-masalah keluarga diantarnya adalah:
  • Membantu, anggota keluarga untuk belajar menghargai secara emosional bahwa dinamika keluarga adalah kait-mengait diantara anggota keluarga.
  • Untuk membantu anggota keluarga agar menyadari tentang fakta, jika satu anggota keluarga bermasalah, maka akan mempengaruhi kepada persepsi, ekspektasi dan interaksi anggota-anggota lain.
  • Agar tercapai keseimbangan yang akan membuat pertumbuhan dan peningkatan setiap anggota.
  • Untuk megembangkan penghargaan penuh sebagai pengaruh dari hubungan parental.
  • Mengembangkan toleransi terhadap anggota-anggota keluarga yang mengalami frustasi/kecewa, konflik dan rasa sedih yang terjadi karena factor system keluarga atau diluar system keluarga.
  • Mengembangkan motif dan potensi-potensi, setiap anggota keluarga dengan cara mendorong (men-support), memberi semangat, dan mengingatkan anggota tersebut

    Referensi
    : https://core.ac.uk/download/pdf/146505548.pdf
b. Peran bimbingan konseling untuk mengatasi masalah-masalah pengangguran terbagi menjadi beberapa fungsi, yaitu:
  • Fungsi pemahaman, fungsi ini memiliki tujuan untuk memberi gambaran atau pemahaman terhadap peserta didik tentang apa yang harus dilakukannya di masa yang akan datang.
  • Fungsi preventif, fungsi ini merupakan proses pencegahan sebelum peserta didik melakukan sesuatu yang mungkin akan membuat dirinya kesulitan atau menghambatnya dalam berproses menjadi lebih baik.
  • Fungsi kuratif, merupakan fungsi pengobatan atau penyembuhan setelah masalah terjadi. Bagaimana cara menangani peserta didik ketika terkena suatu masalah, seperti membantu memecahkan masalahnya dan lain-lain.
  • Fungsi Pemeliharaan dan pengembangan, tujuan dari fungsi ini adalah untuk menjaga agar sesuatu yang baik yang ada dalam diri peserta didik seperti potensi yang sudah dikembangkannya tetap terjaga dan terpelihara, dan peserta didik akan semakin bisa mengembangkannya

    Referensi: https://www.kompasiana.com/muyassarah18190020/5c73a21cab12ae2fcb3062a3/pengangguran-intelektual-dibk-in-aja
c. Peran bimbingan konseling untuk mengatasi masalah-masalah dekadensi moral diantaranya:
  • Membimbing dan membina prilaku konstruktif, mandiri, dan kreatif siswa agar memiliki ketahanan pribadi dan sosial dalam menghadapi benturan-benturan nilai di lingkungan sosial.
  • Menyertakan peranan orang tua agar ikut andil dalam penanganan anak bermasalah karena keluarga secara signifikan berpengaruh besar dalam perkembangan pola prilaku anak.
  • Memberikan sanksi yang tegas agar menjadi shock teraphy (terapi kejut) kepada siswa yang melakukan tindakan menyimpang.
  • Mendorong siswa untuk bergaul diligkungan dan teman yang baik agar terjalin hubungan dan aktivitas yang terkontrol.

    Referensi: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/1647/1/PDF%20GABUNG.pdf
d. Peran bimbingan konseling untuk mengatasi masalah-masalah rasisme diantaranya:
  • Menanamkan kepekaan terhadap budaya lain.
  • Mengindarkan peserta didik dari kecendrungan stereotip dan rasis yang sengaja atau tidak sengaja berkembang di lingkungan.
  • Menanamkan sikap toleransi antar budaya, suku, ras, dan agama.

    Referensi: https://core.ac.uk/download/pdf/304202261.pdf


3) Fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, dan pemeliharaan/pengembangan benar-benar saling berkaitan satu sama lain. Semuanya seperti bagian dari proses yang tidak boleh dipisahkan.

Sebagai contoh: Ketika ada siswa yang bermasalah, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah Pemahaman, yaitu memberikan pemahaman tentang diri siswa beserta permasalahannya dan juga lingkungannya.

Setelah siswa paham akan permasalahannya, maka kita masuk ke Pencegahan dimana pada bagian ini sebagai pembimbing memberikan arahan agar masalah yang terjadi tidak terulang kembali.

Kemudian, kita juga harus menyelesaikan masalah yang sudah terlanjut terjadi pada langkah Pengentasan, dan yang terakhir kita berusaha melakukan Pemeliharaan/Pengembangan kepada siswa dalam hal apa yang sudah baik tidak rusak kembali bahkan diusakan agar semakin baik lagi.



4) Ada sekitar 15 persepsi keliru terhadap bimbingan dan konseling, yaitu:
  • Bimbingan dan Konseling disamakan atau dipisahkan sama sekali dari pendidikan.
  • Menyamakan pekerjaan Bimbingan dan Konseling dengan pekerjaan dokter dan psikiater.
  • Bimbingan dan Konseling dibatasi pada hanya menangani masalah-masalah yang bersifat insidental.
  • Bimbingan dan Konseling dibatasi hanya untuk siswa tertentu saja.
  • Bimbingan dan Konseling melayani “orang sakit” dan/atau “kurang/tidak normal”.
  • Pelayanan Bimbingan dan Konseling berpusat pada keluhan pertama (gejala) saja.
  • Bimbingan dan Konseling menangani masalah yang ringan.
  • Petugas Bimbingan dan Konseling di sekolah diperankan sebagai “polisi sekolah”.
  • Bimbingan dan Konseling dianggap semata-mata sebagai proses pemberian nasihat.
  • Bimbingan dan konseling bekerja sendiri atau harus bekerja sama dengan ahli atau petugas lain.
  • Konselor harus aktif, sedangkan pihak lain harus pasif.
  • Menganggap pekerjaan bimbingan dan konseling dapat dilakukan oleh siapa saja.
  • Menyama-ratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien.
  • Memusatkan usaha Bimbingan dan Konseling hanya pada penggunaan instrumentasi.
  • Menganggap hasil pekerjaan Bimbingan dan Konseling harus segera terlihat.

    Referensi: https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/11/15-kekeliruan-pemahaman-tentang-bimbingan-dan-konseling-di-sekolah/


5) Berikut adalah perbedaan dan persamaan antara “Penempatan” dan “Penyaluran”:
  • Perbedaan “Penempatan” dan “Penyaluran” yaitu: Penempatan itu berorientasi pada pemilihan lingkungan yang cocok sesuai potensi individu/siswa, sedangkan Penyaluran beroreantasi pada kemampuan individu/siswa dalam hal bakat, minat, dan potensi yang dimiliki secara tepat dan sesuai.
  • Persamaan “Penempatan” dan “Penyaluran” yaitu: sama-sama bertujuan agar siswa berada dilingkungan yang tepat sehingga bisa mengembangkan bakat yang dimilikinya lebih potensional.

    Referensi: https://www.scribd.com/document/140761763/Pengertian-Layanan-Penempatan-Dan-Penyaluran


6) Rumusan bimbingan dan konseling dari para ahli:
  • Prayitno dan Erman Amti (2004) mengungkapkan bahwa bimbingan merupakan proses pemberian bantuan oleh orang yang ahli kepada beberapa orang atau individu, baik anak anak, remaja, maupun dewasa.
  • Winkel (2005) memberikan definisi bimbingan ialah usaha melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri.
  • Jones (Insano, 2004 : 11) berpendapat bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

    Dari ketiga pendapat ahli tersebut, maka dapat saya rumuskan bahwa Bimbingan Konseling merupakan bantuan yang diberikan oleh konselor terlatih kepada individu baik perorangan maupun kelompok agar individu tersebut mampu memahami tentang  dirinya sendiri, lingkungannya, dan mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya agar membuat pilihan yang terbaik kedepannya.

    Referensi: https://www.academia.edu/9020225/DEFINISI_BIMBINGAN_DAN_KONSELING_MENURUT_BEBERAPA_AHLI
Buka Komentar