Terjemahan Teks Vanity and Pride, Bahasa Inggris Kelas 11 Halaman 136-141

Saifulah.id
 - Pada buku paket Bahasa Inggris Kelas XI (sebelas) SMA/SMK/MA/MAK Halaman 136-141 terdapat teks cerita berupa dialog yang berjudul Vanity and Pride. Agar mempermudah kalian dalam memahami isi teks, saya akan memberikan terjemahan di setiap percakapan yang ada.


Vanity and Pride

(Kesombongan dan Kebanggaan)

Narrator:

Madame Loisel was a pretty girl born into a poor family. She had no expectations  and she felt so trapped by her situation that she married a little clerk in a government office. Her tastes were simple because she had never been able to  afford any other, but she was as unhappy as though she had married beneath her  status; for women have no caste or class, their beauty, grace, and charm serving  them for birth or family. She suffered endlessly, feeling herself born for every delicacy and luxury. She suffered from the poorness of her house, from its bare  walls, worn chairs, and ugly curtains.
Madame Loisel adalah gadis cantik yang lahir dari keluarga miskin. Dia tidak punya harapan dan dia merasa begitu terjebak oleh situasinya sehingga dia menikah dengan seorang pegawai kecil di sebuah kantor pemerintah. Seleranya sederhana karena dia tidak pernah mampu membeli yang lain, tetapi dia tidak bahagia seolah-olah dia telah menikah di bawah statusnya; karena wanita tidak memiliki kasta atau kelas, kecantikan, keanggunan, dan pesona mereka melayani mereka untuk kelahiran atau keluarga. Dia menderita tanpa henti, merasa dirinya dilahirkan untuk setiap kelezatan dan kemewahan. Dia menderita dari kemiskinan rumahnya, dari dinding telanjang, kursi usang, dan tirai jelek.

Scene 1

MONSIEUR LOISEL:  Sweetheart, I have a surprise for you.
Cantik saya mempunyai kejutan untukmu.
MADAME LOISEL:  Really, what is the surprise?
Benarkah, apa kejutannya?
MONSIEUR LOISEL:  See for yourself.
Lihat sendiri.
(He places the invitation on the table.)
(Dia meletakkan undangan di meja)
Swiftly she tears open the envelop and draws out a printed card and reads out.
Secara lemah lembut dia membuka amplop dan menarik kartu dan membacanya.
"The Minister and Madame Ramponneau
request the pleasure of the company of
Monsieur and Madame Loisel
at the Ministry on the evening of Monday, January the eighteenth."

"Menteri dan Madame Ramponneau memohon keluarga Monseiuer dan Madame loisel bertempat di Kementerian pada hari minggu, 18 Januari"

MONSIEUR LOISEL: Isn't it wonderful?
Tidakkah ini menakjubkan.
MADAME LOISEL:  What do you mean? What can I do with it?
Apa maksudmu? Apa yang dapat saya lakukan?

[She tosses the invitation onto the table.]

[Dia melemparkan undangan ke atas meja.]

MADAME LOISEL: I have nothing suitable to wear to this glamorous occasion?
Saya tidak mempunyai apapapun yang pantas untuk dipakai pada acara mewah ini.
MADAME LOISEL: Why... Why, you can wear your theater gown, of course. It's really quite suitable.
Mengapa ...mengapa, kamu dapat memakai gaun pentasmu. Ini sungguh cocok.
[Madame Loisel breaks into tears.]
[Madame Loisel menangis.]
MADAME LOISEL: What's the matter? Why are you crying?
Apa masalahnya? Mengapa kamu menangis?
MADAME LOISEL: I'll be humiliated in that old gown. It's so tattered and completely out of style. I can't go to the ball wearing that rag.
Saya akan dipermalukan oleh gaun tua itu. Gaun tersebut sudah compang camping dan ketinggalan jaman. Saya tidak dapat pergi ke pesta memakai baju tersebut.
[Monsieur Loisel paces into thinks.]
[Monsieur Loisel berpikir.]
MADAME LOISEL: There must be a way! How much do you think a suitable gown would cost, something very simple but elegant as well, of course.
Pasti ada jalan! menurutmu berapa harga gaun yang pantas, sesuatu yang sederhana dan bagus, tentu saja.
MADAME LOISEL: I'm not too sure, but maybe 400 francs.
Saya tidak tahu, akan tetapi mungkin sekitar 400 francs.
MADAME LOISEL: I've been saving and I think I have just about 400 francs you could take it to buy a gown.
Saya akan menabung dan saja kira saya mempunyai 400 frans kamu dapat mengambilnya untuk membeli gaun.

Scene 2:

MADAME LOISEL: You make any dress come to life, my dear. How ravishing you look!
Kamu membuat pakaian apapun tampak canti. kamu nampak sangat menarik.
MADAME LOISEL : [Pouting and whining] But I'll be disgraced!
[Sambil cemberut dan merengek] Akan tetapi saya akan malu.
MADAME LOISEL: Disgraced? What can you possibly mean? You will be the most beautiful woman there!
Dipermalukan? apa maksudmu ? kamu akan menjadi gadis paling cantik disana.
MADAME LOISEL:  You just don't understand! It's so annoying! I don't have a single piece of jewelry to wear with my gown.
Kamu tidak paham. ini membingungkan! saya tidak mempunyai perhiasan apapun untuk ditempatkan pada gaun.
MADAME LOISEL: There is one thing, one possibility that you've forgotten.
Ada satu, mungkin satu yang telah kamu lupakan.
MADAME LOISEL : [sniffs.] What's that?
[Mengendus] Apa.
MADAME LOISEL: Your old classmate! Madame Jeanne Forestier! She is really well off. I'm sure she would be willing to lend you  some of her jewelry!
Teman lamamu! Madame Jeanne Forestier! dia sangat baik. saya yakin dia akan meminjamkanmu beberapa perhiasannya!
MADAME LOISEL : [Her sniffs turn into laughter and joy.] Of course! I can borrow something suitable from Jeanne. Thank you, darling.
[Dengusannya berubah menjadi tawa dan keceriaan] Tentu saja ! saya dapat meminjam sesuatu yang pantas dari Jeanne. Terima kasih sayang.

NARRATOR:

Madame Loisel was absolutely smashing! She was prettier than any of the other women: elegant, graceful, smiling and wild with joy. Everyone noticed her, and her husband's boss seemed to want every dance with her!
Madame Loisel sungguh sangat luar biasa! dia lebih cantik dari perempuan lain: elegant, anggun dan senyum dan kebinalan senangnya. semua orang memperhatikannya, dan bos bos suaminya nampak ingin berdansa dengan dia!
Terjemahan Teks Vanity and Pride
Figure: E.6 Dancinging the ball room

Scene 3:

MADAME LOISEL: [Looking in mirror.] Oh my God! Oh no, oh no. : I... I have... Oh my God, this can not happen!
[Sambil menatap cermin.] Ya Tuhan... Oh tidak....ini tidak dapat terjadi.
MADAME LOISEL: What? What is it?
Apa, apa ini.
MADAME LOISEL: I have lost Madame Forestier's necklace!
Saya telah menghilangkan kalung Madame Forestier.
MADAME LOISEL: It can't be true! It's impossible!
Ini tidak bisa dipercaya. Ini tidak mungkin.

[They begin frantically searching through their coats and clothes, and on the floor.] Mereka mulai mencari ke seluruh kemeja dan pakaiannya dan lantai.

MADAME LOISEL : Oh God, help us!
Ya Tuhan, tolong kami!
MADAME LOISEL: It must be here somewhere. Necklaces don't just evaporate.
Ini pasti berada di sini. kalung jangan kamu menghilang.
[Madame Loisel begins weeping and sobbing as she searches.] Madame mulai menangis ketika dia mencari

MADAME LOISEL: I shall go back on foot, over the entire route, to see whether or not I can find it.
Saya seharusnya pergi kembali ke lantai, ke seluruh jalan, dan mengetahui apakah saya dapat menemukan atau tidak.
[He rushes out. Madame Loisel sinks into a chair, sobbing. After more than a hour he comes back.] Dia bergegas keluar. Madame Loisel tenggelam ke kursi, terisak-isak. Setelah lebih dari satu jam dia kembali.

MADAME LOISEL :  Did you find it? Tell me! Did you?
Apakah kamu menemukannya, katakan, apakah kamu menemukannya.
MADAME LOISEL: [Remains silent]
Tetap diam.
MADAME LOISEL : Did you find it or not?
Apakah kamu menemukannya atau tidak.
MADAME LOISEL: I am afraid not.
Saya rasa tidak.


Scene 4:

NARRATOR:

Madame Loisel didn't tell Madame Forestier that she lost her necklace and she chose to replace it. The replacement cost them everything. Madame Loisel came to know the ghastly life of abject poverty. Their previous life seemed downright luxurious compared to what they had now.
Madame Loisel tidak mengatakan pada Madame Forestier bahwa dia telah kehilangan kalung dan dia memilih untuk menggantinya. Barang ganti tersebut menghabiskan harta mereka semuanya. Madame Loisel mengetahui malangnya hidup miskin. kehidupan mereka nampak semakin buruk dibandingkan dengan apa yang mereka punya.

MADAME LOISEL: Matilda, my love. I have made the last payment on our debt. We have nothing left for ourselves, but at least we are free from the loan of 20,000 francs.

Matilda, sayangku. Saya telah membuat pembayaran terakhir utang kita. Kita tidak menyisakan apapun, akan tetapi akhirnya kita telah bebas dari pinjaman 20.000 francs.

MADAME LOISEL : Free at last.
Bebas akhirnya

MADAME LOISEL: Look! Isn't that Madame Forestier over there? You have not spoken to her since that day. Go talk to her.

Lihat, bukankah itu Madame Forestier disana ? kamu belum berbicara dengannya sejak hari itu. pergilah bercakap dengannya.

MADAME LOISEL : Uh... Hello. Good day.
Uh hello hari yang cerah.
MADAME FORESTIER: You must have mistaken me for someone else. Excuse me please.
Anda pasti salah mengira saya orang lain. Permisi.
MADAME LOISEL : Jeanne, don't you recognize me? It's me, Matilda.
Jeanne, apa kau tidak mengenaliku? Ini aku, Matilda.
MADAME FORESTIER: Matilda? But it can't be. You look so worn and old.
Matilda? ini tidak mungkin, kamu nampak lemas dan tua.
MADAME LOISEL : No really, it's me. I've changed because I have had to endure ten hard years of manual labor, scrubbing floors  and taking in laundry.
Ini memang saya. saya telah berubah karena saya harus mengalami sepuluh tahun bekerja kasar, mengepel lantai dan mencuci.
MADAME FORESTIER: My dear, what could have happened to make you do that?
Sayang, apa yang membuatmu melakukan hal itu.
MADAME LOISEL : It was your necklace, or rather my desire to be elegant, that caused this.
Ini adalah kalungmu, atau keinginanku untuk tampil memikat, yang menyebabkan ini.
MADAME FORESTIER: But how is that possible? I have the necklace. I wore it to the theater just the other night.
Bagaimana ini bisa terjadi? saya mempunyai kalung. Saya memakainya malam berikutnya.
MADAME LOISEL : The necklace you have is actually just a replacement. I'm afraid that I lost yours. We borrowed money to purchase a replacement and have spent the past ten years paying off the debt, but today, we have made the last payment.
Kalung yang kamu pakai sebenarnya adalah pengganti. saya takut karena menghilangkannya. kami meminjam uang untuk membeli pengganti dan menghabiskan sepuluh tahun untuk membayar utang, akan tetapi hari ini saya sudah melunasinya.
MADAME FORESTIER: Ten years? Surely it could not have taken that long to pay off the amount needed to replace the necklace?
Sepuluh tahun? Pastinya ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membayar jumlah yang dibutuhkan untuk mengganti kalung.
MADAME LOISEL : What do you mean?
Apa maksudmu.
MADAME FORESTIER: Mine was a fake; the replacement should have cost you nothing more than 500 francs. Oh, my poor, poor, dear Matilda.
Punyaku adalah imitasi; penggantinya seharusnya tidak lebih dari 500 francs harganya. Oh, malangnya kamu Maltida.

Terjemahan Teks Vanity and Pride
Figure: E.7 Madame Loisel met Madame Forestier

Selain pembahasan soal di atas, kalian juga bisa menemukan pembahasan soal bahasa inggris lainnya dengan menekan tombol di bawah

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

JAGO - Saifullah (1060-2675-3868)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo balas dengan donasi. Tekan tombol merah.